Saturday, 15 November 2014

Lead Masks Case, Analisa.

Lead Masks Case, Analisa.
Oleh : Kanzia Rahman


20 Agustus 1966, Jorge da Costa Alves menemukan dua sosok mayat di sebuah bukit di Rio De Janeiro, Brazil. Yang membuat aneh, kedua mayat tersebut mengenakan topeng timah dalam kematiannya..

Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita melihat korban dengan lebih detail.


Manoel Pereira Da Cruz dan Miguel Jose Viana, itulah kedua nama mayat setelah polisi melakukan identifikasi lebih lanjut, kedua pria ini terobsesi oleh UFO, dan ditemukan meninggal tanpa sebab yang jelas di bukit Vintem, atau dalam bahasa Brazil, Morro do Vintem.

Ketika polisi dan petugas pemadam kebakaran, mereka segera melaporkan kondisi mayat yang aneh dan tak biasa


"Dua orang mayat tergeletak bersebelahan, sedikit tertutup oleh rumput, mengenakan setelan formal dan memakai kacamata timah, dan sebuah mantel (jaket) tahan air, tidak ada tanda-tanda pertarungan atau tanda-tanda aneh pada kedua mayat, di sebelah mayat ditemukan dua buah handuk dan sebuah notebook dengan tulisan "16:30 estar no local determinado. 18:30 ingerir cápsulas, após efeito proteger metais aguardar sinal máscara""
 Melihat kondisi mayat yang aneh, Polisi melakukan rekonstruksi dengan narasi yang paling mungkin.

17 Agustus 1966, kedua pria yang bekerja sebagai teknisi televisi ini pergi keluar kota dari Campos dos Goytacazes dan mengatakan kepada keluarganya bahwa mereka akan membeli beberapa bahan elektronik untuk pekerjaan mereka.

Ada yang menyebutkan mereka membawa 2.300 Real Brazil, ada juga yang menyebutkan bahwa mereka membawa 3.000 Real Brazil.

Manoel dan Miguel menaiki bus dan tiba di Niteroi pukul 14.30 waktu setempat. Keduanya mampir di sebuah toko (atau bar), dan membeli sebuah mantel dan sebotol air minum lalu segera bergegas pergi, kemungkinan ke tempat penemuan mayat mereka, Bukit Vintem.

Pelayan di toko tersebut mengatakan bahwa Miguel sangat gugup dan seringkali melirik jam tangannya. Apa yang sedang mereka rencanakan ?

Mari kita melihat notebook yang polisi temukan.

"16.30, Berada di tempat yang disepakati.
 18.30, Menelan kapsul, Setelah efek, Melindungi Logam, Tunggu sinyal masker"
Lalu, Jorga da Costa Alves yang sedang bermain layang-layang di kawasan tersebut menemukan mayat mereka dan melaporkannya kepada polisi, kasus ini tak terselesaikan sampai sekarang.

Setelah melihat fakta yang ada di lapangan, mari kita masuk ke bagian terpenting post ini, analisa. Yap, saya tahu mungkin analisa ini tidak sehebat Sherlock Holmes atau Conan, namun mari kita mulai.

14. 30, Niteroi, 16.30 Berada di tempat yang telah disepakati. Inilah misteri pertama, jika tempat yang "telah disepakati" adalah Bukit Vintem, maka misteri ini terpecahkan. Mengapa ?




















Maaf jika agak kurang jelas, namun dari screenshot diatas sudah cukup jelas.

Niteroi menuju Bukit Vintem, jika mereka memulai perjalanan dengan sebuah transportasi umum, maka saya asumsikan mereka akan lanjut dengan transportasi umum juga.

21 menit (berdasarkan google maps) untuk menuju Praca XV, lalu melanjutkan perjalanan lagi.

Opini saya, mereka melanjutkan perjalanan selama 39 menit dengan 11 kali berhenti menggunakan sebuah transportasi umum bernomor 2345 dan sampai di Avenida Dom Helder, Camera proximo ao 104, lalu memutar balik ke Avenida Dom Helder, Camera Proximo ao 28.

Saya juga kurang mengerti apa itu Avenida Dom Helder, namun sebuah petunjuk dari www.riosmartcity.com mengindikasikan bahwa tempat itu adalah sejenis terminal bus.

Dari Avenida Dom Helder Camara proximo ao 28, Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju Praia Do Dende dengan transportasi bernomor 696 selama 22 menit.

Sampai, mereka turun di Rua Souza Barros próximo ao 401 sementara 696 tetap melaju, perlu waktu 17 menit untuk menuju Rua Bolivia.

Mereka berjalan menuju R. Visc. de Itabaiana sejauh 300 meter, lalu berbelok ke Bukit Vintem.


Dengan catatan diatas, maka kita bisa perkirakan mereka menempuh perjalanan selama :
21 + 39 + 22 + 17 = 99 Menit, atau kira-kira satu setengah jam, inipun belum lengkap.

Mereka terlihat terakhir kali pada pukul 14.30 di Niteroi, ditambah 99 menit dari catatan diatas, maka mereka akan sampai di Morro do Vintem pada 16.09. Ingat, belum lengkap
Jadi, mereka akan tiba di Bukit Vintem sekitar pukul 16.20-16.30. Tepat seperti apa yang ada di notebook yang ditemukan.

Namun, kapsul apa yang mereka telan ? Mereka menelannya bersama dengan sebotol air yang mereka beli di salah satu toko di Niteroi.

Sebuah analisa dikemukakan oleh teman saya, dimana mereka memasukkan kapsul kedalam botol air lalu meminumnya, tapi yang dikatakan olehnya selanjutnya agak kurang rasional, dimana salah satu dari Miguel atau Manoel secara iseng membasahi muka lainnya dengan air tersebut, lalu mereka mengenakan kacamata timah untuk melindungi diri, namun terjadi infeksi dan kedua orang tersebut meninggal.

Namun, bagaimana jika ini semua terjadi karena seorang pembunuh ?

Mengapa saya bisa berasumsi demikian ? Karena mereka menandatangani sebuah faktur yang mensyaratkan mereka untuk mengembalikan botol yang mereka beli untuk mendapatkan diskon, entah seperti apa.

Jadi begini misalnya, mereka diarahkan oleh sang pembunuh untuk ke bukit Vintem dengan iming-iming melihat UFO disana, lalu mereka dibunuh dengan racun, tidak terlalu mudah apabila pelakunya sendirian.

Oh iya, saya lupa menambahkan fakta dimana mereka berdua adalah seorang yang fanatik terhadap UFO, dan di bukit Vintem sendiri sering mendapat kabar penampakan UFO.

Ironisnya, para petugas otopsi tidak sempat mengotopsi bagian dalam tubuh korban karena sedang penuh saat itu. Membiarkan organ dalam korban membusuk dan tidak dapat mengambil kesimpulan apapun.

Dua buah handuk, apa yang dilakukan benda seperti itu disana ?

Jika ada dua orang yang sedang berpergian membawa handuk, apa yang kira-kira anda pikirkan ?

Cuaca yang terlampau panas, atau akan datangnya hujan, setidaknya handuk bisa melindungi diri dari kedua hal tersebut.

Dari sekian banyak dugaan, muncul dugaan terkuat.

Penelitian oleh Charles Bowen dari piring terbang, Tentang menemukan penjelasan yang paling mungkin. Bowen menemukan bahwa Cruz dan Viana, dengan teman mereka, Elcio Gomes, membangun beberapa jenis mesin di kebun belakang Cruz 'yang meledak. Bowen juga menemukan bahwa seorang pria lain yang bekerja sebagai tukang listrik ditemukan di atas bukit lainnya yang dekat dengan bukit di mana mayat dua pria itu ditemukan empat tahun sebelumnya. Pria ini juga mengenakan topeng timah mirip dengan dua laki-laki pada tahun 1966.

Salah satu hal
yang menghubungkan tiga orang adalah bahwa mereka dimiliki kelompok yang dikenal sebagai "Scientific Spiritualis", orang-orang di daerah yang dikenal untuk mengambil obat psychedelic karena mereka percaya bahwa obat akan memicu pengalaman spiritual.

Penyebab yang paling mungkin
dari kematian adalah overdosis obat. Orang-orang pergi ke bukit di mana mereka mengambil obat psychedelic, overdosis dan meninggal. Topeng timah dapat dijelaskan oleh tulisan-tulisan yang ditemukan di bengkel Viana, bersama dengan alat dan masker minyak mentah dipotong dari timah. Viana menyoroti dalam tulisan-tulisan ayat-ayat-Nya yang berkaitan dengan "Luminosity Intens" berkaitan dengan roh. Kemungkinan topeng lead adalah untuk melindungi kedua orang ini dari dugaan terangnya cahaya.


Itulah sebabnya mereka meninggal dalam kondisi tidur, tanpa perlawanan, mereka ingin mendapatkan sebuah efek perjalanan spiritual yang berujung kematian..

Dengan kesimpulan bunuh diri, maka seharusnya seluruh pertanyaan dibawah akan terjawab.


Mengapa ada sebotol air mineral kosong didekat mereka ?
Mereka meminum isinya selagi dalam perjalanan dan untuk menelan kapsul yang mereka siapkan.


Mengapa uang mereka ikut raib ?
Karena mereka menghabiskannya untuk biaya transportasi.

Mengapa mereka mengenakan topeng timah ?
Mereka beranggapan bahwa akan ada cahaya yang besar dalam pengalaman spiritual mereka, mungkin ?

Tapi tunggu, apa ada seseorang yang repot-repot mengeluarkan semua peralatannya sebelum bunuh diri ?


Dua buah handuk, sebotol air kosong, sebuah kertas notebook, dan tentu saja sang alat utama, Topeng timah..


Lihatlah bagaimana sebuah ilustrasi diatas menggambarkannya..

Ditambah, dengan lokasi yang berada diantara semak-semak yang cukup tinggi, apa mereka sedang menunggu seseorang ?

Maksud saya begini.

Kedua orang tersebut datang ke Bukit Vintem pada pukul 16.30, mencari tempat untuk duduk dan meregangkan kaki, mengecek kembali jadwal mereka, mungkin sedikit membolak-balikkan kertas tersebut, mengeluarkan dua buah handuk dan mengenakan kacamata timah untuk melindungi diri dari sinar radiasi.

Jika yang dimaksud adalah radiasi matahari, maka itulah alasan mengapa mereka menggunakan kacamata timah.

Namun, ketiadaan darah ataupun bekas kekerasan merupakan titik tersulit dalam kasus ini..

Tetapi, mari kita putarbalikkan kata-kata pada notebook korban.

"16:30 estar no local determinado. 18:30 ingerir cápsulas, após efeito proteger metais aguardar sinal máscara"

Sedikit bereksperimen, saya mencoba memutarbalikkan kedua arti.
menunggu sinyal topeng, melindungi logam, setelah efek, menelan kapsul di lokasi yang ditentukan
Dan itulah yang saya temukan.

Sinyal topeng seperti apa ? Logam apa yang dilindungi ? Kapsul apa yang ditelan ?

Atau
Di lokasi yang ditentukan, menunggu sinyal topeng, melindungi logam, menelan kapsul setelah efek.

Saya kembali berasumsi.

Sinyal topeng, jika yang dimaksud dengan topeng adalah kacamata timah mereka, maka kemungkinan besar mereka menunggu matahari. Apa polisi menemukan jam tangan pada mereka berdua ? Dari sumber-sumber yang saya baca, tidak ada.

Namun, saya sendiri kurang tahu bagaimana mengetahui waktu lewat kacamata timah dan matahari, saya mematahkan teori saya sendiri.

Apapun itu, nampaknya teori bunuh diri merupakan analisa dan dugaan terkuat dalam kasus ini.. maka dari itu, saya memutuskan untuk menutup kasus ini di blog saya dengan kesimpulan bunuh diri..




 Case Closed.

(xfile-enigma.blogspot.com)
(WikiPedia)
(RioSmartCity)

Friday, 31 October 2014

EKSKLUSIF : Kampanye berdarah, Jakarta 1982..



Kampanye berdarah, Jakarta 1982..
Oleh : Kanzia Rahman

the truth frontpage 01 

Jauh sebelum para jurnalis merasakan kebebasan, Indonesia pernah mengalami masa kapitalis di era Orde Baru, pada saat itu terjadi penyensoran media secara besar-besaran oleh pemerintah yang dikepalai presiden Indonesia kedua tersebut.

Berita ini saya dapat dari IndoCropCircles.wordpress.com, namun saya ubah dengan diksi saya sendiri.

A. Haryandoko D. seorang jurnalis yang pada tanggal 25 April 1982 berhasil mengabadikan momen-momen luar biasa yang (mungkin) tak akan pernah terekspos di media mengingat Kapitalisnya Indonesia disaat itu.

Minggu cerah, 25 April, tiga puluh dua tahun yang lalu.. sembilan hari sebelum pemilu legislatif 1982, masa dimana sedang panas-panasnya kampanye, terlebih pada saat itu hanya ada tiga partai, yaitu Golkar, PDI, dan PPP.

Pukul 09.00, Beliau (A. Haryandoko D.) mengambil kamera Yashica SLRnya dan bergegas keluar dari rumahnya yang berdomisili di kawasan Cempaka Putih. Dia mungkin tak menyangka bahwa ia akan mendapat sebuah dokumentasi spektakuler nan eksklusif saat itu.

Ia menaiki sebuah bemo ke daerah Paseban di depan Universitas Indonesia di Salemba, lalu berjalan kaki menuju ke Pasar Senen.

Hari itu, giliran Partai Golar untuk berkampanye, namun sepertinya ada sesuatu yang aneh saat ia melihat orang-orang yang secara berkelompok berkumpul di depan Bioskop Grand, dari gelagat yang dilakukan, sepertinya akan terjadi sesuatu disana..

Karena perasaan tidak enak, ia lalu naik ke atas sebuah jembatan penyebrangan, yang berada didekat bioskop Grand.

Pawai pun melewati jalan tersebut, ia mengambil gambar dari mobil-mobil dan truk-truk pendukung Partai Golkar dari jembatan penyebrangan.


pemilu 1982_03

Yang berada diatas truk adalah orang-orang pendukung Golkar, sementara yang berkerumun di tepi jalan adalah massa pendukung PDI dan PPP.

Kedua massa, atau tiga, saling berbalas ejekan, truk pertama lewat namun truk kedua berhenti karena tidak tahan akibat ejekan massa PDI dan PPP.

Mengikuti truk kedua, truk terdepan pun ikut berhenti karena merasa bersama dengan massa yang cukup banyak.

pemilu 1982_02

Kebetulan yang sangat kebetulan. Di sebelah Bioskop Grand pada saat itu ada sebuah pembangunan ruko, sontak massa mengambil batu-batu dan mulai melemparkannya ke massa Golkar, tanpa mengurangi kuantitas ejekannya masing-masing.

Tanpa aba-aba, sebuah senapan berbunyi, peluru ditembakkan oleh polisi dan aparat yang berjaga.

Mendengar meletusnya suara ledakan, Dia langsung tiarap dan tetap mengambil foto. Desingan peluru makin banyak dan tak berhenti, terderngar aparat menembak kearah seberang jembatan penyebrangan. Massa pun lari kocar-kacir.

Rentetan senjata tak terdengar lagi, ia bangkit dan tetap mengambil foto.

pemilu 1982_04























Alhasil, di seberang Bioskop Grand, yang ada sebuah gedung yang baru dibangun, korban tewas bergelimpangan diikuti selongsong peluru yang menghiasi jalanan..

Tak mau kehilangan momentum, ia langsung mengambil foto secara cepat. Terlihat pada foto dibawah seoran laki-laki dengan kaos putih yang masih hidup dan mengecek luka tembakannya..

PEMILU 82_double pict victims

Hal yang sama terjadi pada pemuda dengan kaos bergaris-garis, kepalanya berdarah dan masih bergerak, namun tak terekam atau tak terlihat pada foto saat ia bergerak.

Terlihat juga seorang pemuda yang telah terkapar di dalam pagar bangunan. Punggungnya tertembus peluru, yang jelas bukan peluru karet.

 PEMILU 82_pict victims 02

Polisi dan aparat melarang para jurnalis untuk mengambil foto, dugaan kuat bahwa penyensoran media secara besar-besaran adalah penyebabnya.

Namun ia tetap mengambil foto, bahkan berhasil memotret polisi yang melarangnya tersebut. Aparat mulai mengejarnya, namun ia tak takut dan berlari menuruni jembatan penyebrangan sambil tetap mengambil foto dari kawasan insiden.


" Ketika saya berlari turun dari jembatan penyeberangan. Seseorang berambut gondrong dengan pakaian safari biru, memegang lengan saya dari belakang.

Lalu ia bertanya, “Apakah kamu mengetahui kejadian awalnya?”, tanya pria yang mencurigakan itu.

Seketika, saya mencium gelagat tidak baik dan langsung saya jawab, “Saya tidak tahu!”, sambil menepis tangan orang itu dan berlari meninggalkan tempat tersebut. Sambil berjalan cepat, saya masih sempatkan mengambil foto-foto insiden sekitar Salemba dan Kramat. " - A. Haryandoko D. Saksi hidup kejadian 1982.
 Yang jelas, dan dengan sangat yakin, tragedi itu tak akan pernah ada yang berani memberitakannya, di media apapun juga. Memang sungguh menegangkan pada masa itu.

PEMILU 82_pict victims 03

Pasca insiden, beliau mencetak foto-foto yang ia ambil, rekan-rekan kantornya mengingatkan, "Hati-hati dengan foto-foto yang sangat sensitif itu."

Wajar, dikala Rezim Orde Baru merajalela, memang butuh sebuah pembungkaman besar-besaran terhadap media agar pemerintah tetap dianggap bersih.

Pemilu 1982 pun berakhir, Partai Golkar mendapatkan 242 kursi, dan peristiwa ini akan hilang seiring dimakan waktu..

Dan bagi anda, pembaca, semoga anda tidak pernah melupakan sejarah dan tetap curious terhadap masalah-masalah dunia..

 pemilu 1982_08


:)

Tuesday, 28 October 2014

Sumpah pemuda yang terlupakan..

Sumpah pemuda yang terlupakan..
Oleh : Kanzia Rahman

" Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. "

Bukan, saya bukan sedang menghafal teks sumpah pemuda, tapi kira-kira begitulah bunyi sumpah pemuda dalam teks sesuai dengan ada yang tertera pada prasasti di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat.

Prasasti di Museum Sumpah Pemuda (google)
 
Dipilih menjadi keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselanggarakan selama dua hari di Batavia (Nama Jakarta saat itu), Sumpah Pemuda 'dilahirkan' pada tanggal 28 Oktober 1928.

Rumusan Sumpah Pemuda sendiri ditulis oleh Muhammad Yamin pada secarik kertas yang diberikan kepada Soegondo di sesi akhir kongres hari kedua. Luar Biasa

Delapan puluh enam tahun berlalu, Sumpah Pemuda menjadi hari besar nasional yang diperingati setiap tahunnya, namun sayangnya, masih banyak orang, atau bahkan pemudanya sendiri yang masih memperingati sumpah ini hanya dalam lisan atau menyebarkannya di Social Media.. 
" Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia. "
Itulah bunyi pertama kalimat sumpah pemuda, terdiri dari tiga kalimat yang akan dibahas satu-persatu, kalimat diatas jika dibunyikan tanpa ejaan Van Ophuysen maka akan menjadi seperti ini.
 " Kami putra-putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. "
Tanah Air Indonesia, nampaknya inilah kata kunci di kalimat pertama, rasa nasionalisme adalah tujuan dan pondasi utama dari kalimat kesatu dari tiga kalimat Sumpah Pemuda.

Nasionalisme. Saya pikir, tidak perlu untuk mendefinisikan apa itu rasa nasionalisme, saya percaya para pembaca pasti sudah mengetahuinya.

Rasa inilah yang menjadi salah satu penyebab terbakarnya kemarahan rakyat dan para pahlawan tempo dulu dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Rasa ini juga yang mengakibatkan Indonesia terlepas dari cengkraman negara-negara Eropa dan sang 'Saudara Tua'

Pemuda. Objek yang dipakai dalam sumpah ini, namun masih adakah rasa nasionalisme ini diantara para pemuda kita ?

Yap, bunga-bunga yang tumbuh dan akan segera mekar di masa depan, saya pikir itulah bagaimana harapan para tetua kita, dan tentu saja doa bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebuah generasi anti-klimaks yang akan membawa Indonesia ke puncak kejayaannya.

Tapi, sayangnya, kenyataan tidak berbanding lurus dengan ekspektasi. Dari segala sisi, para pemuda diserang moralnya dan fisiknya.

Berdasarkan dua post pertama saya di blog ini, dan sedikit penelitian lebih lanjut.
Maka saya membuat tiga buah side pemuda dalam hipotesis saya.

Yang pertama, bersikap apatis, egois, dan skeptis terhadap setiap permasalahan yang terjadi, Side ini paling banyak ditemui oleh saya.
Misal, ketika sebuah berita muncul di permukaan tentang korupsi, atau nepotisme. Mereka seakan tidak peduli dan melampiaskan semuanya terhadap satu cabang olahraga, Sepak bola. Ini adalah contoh sikap Apatis mereka.

Dan ketika mereka telah mengetahui tentang berita tersebut, apa yang akan mereka katakan ?
"Namanya juga Indonesia, kalo enggak korupsi bukan Indonesia namanya.."
Atau kalimat-kalimat mencemooh negara sendiri lainnya. Perwujudan dari sikap Skeptis.


Disamping Apatis dan Skeptis, cukup banyak juga pemuda yang lebih ke arah Egois.

Jangan salah, pemuda jaman sekarang mudah sekali dipancing amarahnya, misalnya ketika saya sedang dijalan pulang menuju rumah, saya melihat beberapa pemuda yang dengan mudah main tangan ke temannya sendiri, atau pertikaian lainnya. Sebuah masalah sepele yang dibesarkan dan akan menyebabkan permusuhan. Inilah Indonesia kita..
Bagi pembaca yang ingin bertanya atau protes tentang side pertama, silahkan melalui kolom komentar dibawah post ini, dan mari kita masuk ke side kedua.
 Jika side pertama merupakan perwujudan dari demons, maka side kedua adalah lawan dari side tersebut, yap, kita sebut saja side angels

Bersikap postitif, optimis, dan rasionalis terhadap setiap permasalahan yang ditemuinya, namun pemuda dengan side kedua cukup sulit dicari mengingat bagaimana rusaknya moral pemuda seperti di kedua post pertama saya

Secara pribadi, saya mengacungkan jempol dan berharap jika ada pembaca yang masuk dalam side kedua, jangan mencoba untuk merubah diri anda dan jangan biarkan seseorang merubahnya. Anda luar biasa

Meskipun banyak sekali masalah yang ada di negara ini, namun mereka akan tetap optimis dan berpikir suatu saat nanti sang garuda akan mengepakkan sayapnya tinggi ke angkasa, dan mengalahkan musuh-musuh yang menghadangnya.
Bagi para pemuda di side kedua, jangan pernah berusaha untuk berubah.
Side ketiga, netral.
Mengapa saya sebut side ini adalah side yang netral ?

Side ketiga adalah pemuda yang terlalu mencintai negara ini hingga membencinya.

Mereka tidak apatis, dan tidak juga optimis, mereka adalah para pemuda yang tadinya optimis namun setelah melihat kondisi bangsa yang makin memburuk, mereka berubah menjadi skeptis.


Seiring dengan banyaknya masalah, mereka semakin sulit untuk mencari pemecahannya, inilah yang menjadi penyebab mereka berubah, namun bagi mereka, Lebih baik Skeptis daripada Apatis.
 Sebelum post ini kepanjangan, mari kita masuk ke pembahasan kalimat kedua
" Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. "
Bangsa Indonesia, kata kunci pada kalimat kedua, saya tidak berpikir terlalu jauh, pembahasannya kurang lebih hampir sama dengan pembahasan kalimat pertama yang rupanya mencakup lebih dari sebagian pembahasan kalimat kedua, maaf jika saya mengecewakan anda, para pembaca..

Pada kalimat kedua, saya lebih berpikir kearah pemuda Indonesia yang tidak mengaku menjadi warga negaranya sendiri, atau kasus-kasus lain seperti merajalelanya perpindahan kewarganegaraan..

Umumnya, alasan mereka tidak mengakui bangsanya sendiri adalah karena faktor-faktor seperti teknologi, kemajuan negara lain dan sayangnya, yang menjadi negara pembanding adalah negara-negara yang super-power seperti Amerika, Jerman, atau Inggris.

Yap, memang tidak sebanding, namun Indonesia adalah negara berkembang, bukan negara maju, ada saatnya kita akan bangkit dan melepas semua pengaruh asing yang menggenggam bumi pertiwi.

Dan mari masuk ke pembahasan kalimat ketiga.
" Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. "
Bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Banyak sekali bahasa yang terdapat di negara dari Asia Tenggara ini, tidak terlepas adari pengaruh banyaknya suku yang menempatinya, logat-logat yang digunakan pun beragam dan bermacam-macam.

Namun, masih saja ada yang berusaha menggunakan bahasa asing demi menjaga gengsinya, padahal yang ia gunakan itu sangat jauh dari kata benar.

Maksud saya, saya tidak menyindir atau melarang orang untuk berbahasa asing, saya sendiri cukup lancar berbahasa Inggris dan mempelajari Bahasa Perancis, dan cukup sering menggunakannya juga dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, apabila seseorang hanya menggunakan google translate dalam penggunaan bahasa asing lalu disebarkan lewat social media hanya untuk menjaga gengsi, maka orang tersebut perlu belajar untuk menggunakan bahasa asing yang baik dan benar.

Dibawah ini adalah beberapa contoh yang saya ambil dari internet

Yap, setidaknya mereka sudah berusaha untuk mengubahnya ke bahasa asing, meskipun lewat translater sekalipun..

Waktu semakin larut, saya kira, cukup disini pembicaraan mengenai Sumpah Pemuda, terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca, selamat malam dunia, jayalah Indonesiaku !




:)

Thursday, 23 October 2014

Pertempuran Amerika melawan UFO, 1942..

Pertempuran Amerika melawan UFO, 1942..
Oleh : Kanzia Rahman 



Peristiwa ini disebut dengan "the battle of Los Angeles", lima tahun sebelum insiden Roswell dan pertemuan pilot Kenneth Arnold dengan UFO, salah satu peristiwa paling luar biasa terjadi di Los Angeles di tahun 1942



24 Februari 1942, Awal dari sebuah pertempuran luar biasa dimulai..

Pukul 19.18, Militer Amerika mengeluarkan peringatan bahaya. Kerlap-kerlip cahaya terang yang tidak dikenal terpantau oleh pangkalan militer. Namun peringatan bahaya itu kembali dicabut pada pukul 22.23.

Selang satu hari, pada pukul 1.44 pagi, 25 Februari 1942, radar militer menangkap adanya objek tak dikenal yang terbang dan melayang, namun sesaat setelahnya, objek tersebut menghilang..

15 menit kemudian, Radar kembali menangkap adanya pergerakan objek asing sekitar 120 mil dari pantai California. Dua radar lainnya menangkap hal yang sama. Objek itu terus dipantau pergerakannya hingga 3 mil kearah Los Angeles

Culver City, Los Angeles, Pukul 2.10 pagi....
Para penduduk kota panik, malam itu sebuah objek terbang raksasa diiringi objek-objek yang lebih kecil terlihat memenuhi langit. Saat itu, belum ada tiga bulan penyerangan udara militer Jepang ke Pearl Harbor. Para penduduk mengira Culver city sedang diserang oleh musuh.

Pukul 2.25 pagi, suara sirine berbunyi di seluruh penjuru Los Angeles, pemerintah setempat menginstruksikan agar masyarakat tetap didalam rumah dan mengadakan pemadaman listrik total. Ribuan personel tentara disiagakan.

Kurang dari satu jam setelahnya, klimaks hadir..

Tepatnya pukul 3.16 pagi, waktu setempat. Brigade 37 Artiliteri hadir di Culver City, Delapan lampu sorot disiapkan dan menembakkan cahaya ke langit gelap untuk mencari objek asing itu, para pasukan mengira bahwa objek tersebut adalah pesawat yang dalam misi menyerang Amerika, seperti penyerangan yang terjadi pada pelabuhan Pearl Harbor

Voila. Secara serempak, kedelapan lampu sorot menembakkan cahaya kearah yang sama, persis diatas mereka pada ketinggian 12.000 kaki, terlihat sebuah pesawat raksasa yang menggantung di langit bagaikan lentera.





Brigade 37 melepas tembakan yang memecah keheningan malam dan kesunyian pagi, 1.400 peluru anti-pesawat ditembakkan menuju objek tersebut, namun yang ditembaki tak bergeming sedikitpun, Ya, penembakan gila-gilaan yang dilakukan hampir sia-sia.

Tak mau menghabiskan waktu, Pejabat militer segera memerintahkan pilot-pilot pesawat tempur 4th interceptor untuk bersiap dan melakukan pengejaran.

4.14 Pagi, Rentetan tembakan dari Brigade 37 yang tanpa henti mulai menunjukkan adanya jeda, setelah satu jam penuh ditembaki, objek sasaran tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan terbang menjauh menuju Long Beach dan akhirnya menghilang..

Saksi mata menyebutkan bahwa :
“It was huge! It was just enormous! And it was practically right over my house. I had never seen anything like it in my life!” she said. “It was just hovering there in the sky and hardly moving at all. It was a lovely pale orange and about the most beautiful thing you’ve ever seen. I could see it perfectly because it was very close. It was big!”
 Besar, dan agak oranye ? Entahlah, mungkin oranye adalah ilusi warna yang ditimbulkan akibat banyaknya cahaya dari tembakan yang mengarah ke objek tersebut sehingga objek terlihat berwarna oranye, Sama seperti anda jika melihat kearah sumber cahaya secara terus-menerus, akan ada sebuah ilusi warna.

Saksi mata lainnya menyebutkan, : 
“They sent fighter planes up and I watched them in groups approach it and then turn away. There were shooting at it but it didn’t seem to matter.” “It was like the Fourth of July but much louder. They were firing like crazy but they couldn’t touch it.”
“I’ll never forget what a magnificent sight it was. Just marvelous. And what a gorgeous color!” she said

Yap, tembakan yang dilakukan tak berguna, bahkan mungkin tak menyentuhnya sama sekali..

Dan, pada pukul 7.21 pagi, Pemerintah setempat kembali menyalakan listrik Los Angeles, Beberapa gedung rusak, 3 orang warga sipil tewas akibat peluru nyasar dan 3 lainnya tewas akibat serangan jantung pada pertempuran singkat tersebut.

Insiden ini segera memenuhi halaman utama surat kabar di seluruh Amerika. Seorang reporter Los Angeles Herald Express mengatakan bahwa ia melihat peluru anti pesawat yang dilontarkan militer mengenai pesawat itu. Namun objek tak dikenal tersebut tidak mengalami kerusakan sedikitpun.



Dari surat kabar yang sama (Herald Express), Seorang editor bernama Peter Jenkins mengaku bahwa ia melihat sekumpulan pesawat membentuk formasi V yang terdiri dari sekitar 25 pesawat dan bergerak secara perlahan menuju Long Beach


Beberapa jam setelah pertempuran itu berakhir, Pemimpin angkatan laut Frank Knox mengadakan konfrensi pers dan mengatakan bahwa keseluruhan insiden ini adalah "alarm palsu" yang muncul akibat "ketegangan karena perang". Pihak pers tidak bisa menerima begitu saja penjelasan ini. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan.


Tak setuju, komentar Knox segera ditanggapi pimpinan angkatan darat dengan mengatakan bahwa pesawat asing itu benar-benar ada dan pertempuran itu nyata. Esoknya, menteri urusan perang, Henry Stimson, mendukung pernyataan Angkatan darat. Stimson mengatakan bahwa paling sedikit ada 15 pesawat asing yang terlihat bergerak dengan kecepatan sekitar 200 mil perjam.

Untuk pertama kalinya terjadi ketidaksepakatan di tubuh militer Amerika.



"Army says Alarm Real !!"


Misteri "The battle of Los Angeles" tidak pernah bisa dijelaskan hingga hari ini. Beberapa teori coba dikemukakan untuk menjawab identitas pesawat misterius tersebut. Misalnya, pada 23 Februari 1942, sehari sebelum insiden itu, sebuah kapal selam Jepang I-17 diketahui muncul di permukaan dan menembaki fasilitas pemrosesan minyak dekat Santa Barbara. Laporan yang masuk menyatakan bahwa kapal selam itu kemudian menuju selatan, sama dengan arah Los Angeles. Kemungkinan pesawat misterius itu adalah pesawat tempur Jepang yang dikirim untuk mendukung penyerangan kapal selam.

Namun saat Jepang kalah pada perang dunia kedua, mereka mengatakan tidak pernah mengirim pesawat tempur menuju Los Angeles.


Teori yang lain mengatakan bahwa pesawat tersebut adalah sebuah pesawat komersial yang dioperasikan oleh musuh dan diluncurkan dari pangkalan udara rahasia di Mexico, bukan untuk menyerang, tapi sebagai alat perang psikologis. Teori ini kurang mendapat dukungan bukti yang kuat.

Kemudian, sebagian orang mengemukakan teori balon udara. Mereka mengatakan bahwa objek itu adalah sebuah balon meteorologi yang dilepas di wilayah Los Angeles. Namun teori ini juga tidak mendapat dukungan bukti yang kuat. Para saksi mata mengatakan bahwa objek di langit bukan hanya satu. Angkatan darat bahkan mengkonfirmasi ada 15 objek yang terlihat. Dari antara 15 objek itu, beberapa bergerak sangat cepat melebihi kecepatan balon udara.

Apapun objek itu, 1.400 peluru anti pesawat tidak bisa menjatuhkannya...

Mungkin, ada satu petunjuk kecil yang bisa membuka kunci keseluruhan misteri ini. Pada tahun 1974, berdasarkan undang-undang kebebasan informasi, beberapa dokumen rahasia pemerintah dibuka untuk umum, salah satunya adalah sebuah dokumen sangat rahasia tertanggal 5 Maret 1942, 10 hari setelah insiden "the battle of Los Angeles".

Dokumen itu adalah sebuah memo dari petinggi militer Amerika, Jendral George C. Marshall yang ditujukan kepada presiden Franklin D. Roosevelt. Isinya memberitahukan bahwa militer Amerika telah menemukan reruntuhan pesawat yang tidak biasa di sebelah timur Los Angeles. Memo ini diteguhkan dengan pernyataan kepala badan intelijen angkatan laut, laksamana Walter S Anderson yang juga mengatakan bahwa angkatan laut telah menemukan bangkai pesawat lain yang tidak dikenal di lepas pantai California. Memo itu tidak disertai penjelasan tambahan.

Menurut sumber intelijen amerika, misteri bangkai pesawat asing ini telah memicu Jendral Marshall memerintahkan pembentukan unit intelijen khusus untuk menyelidiki insiden Los Angeles. Unit itu bernama Interplanetary Phenomenon Unit atau IPU (Perhatikan mereka memberi nama unit itu "interplanetary"). IPU dibubarkan pada akhir tahun 1950-an. Seperti biasa, pemerintah Amerika Serikat menyangkal keterkaitan antara pembentukan IPU dengan insiden Los Angeles.

Apabila memo diatas benar, maka itu berarti 5 tahun sebelum peristiwa Roswell, pemerintah Amerika telah berhasil mendapatkan bukti pertama adanya UFO. Mungkin 1.400 peluru anti pesawat yang dilepaskan memang telah berhasil menjatuhkan dua dari antaranya..
Apapun objek yang melayang dan ditembaki pada malam itu, selama belum adanya bukti kuat, maka seluruh hipotesa dan analisis menjadi hanya sekedar asumsi dan spekulasi..






:)

Tuesday, 21 October 2014

Tesla Death Ray, sekedar protoype ?

Tesla Death Ray, sekedar protoype ?
Oleh : Kanzia Rahman


Tesla Death Ray, Ilustrasi. (google)

Tesla death ray, sebuah senjata. Bukan, lebih tepatnya rancangan senjata milik Nikola Tesla yang dikhususkan untuk membuat perdamaian dunia dan menghentikan perang dunia kedua, sebuah prototype yang dipopulerkan olehnya pada tahun 1938 pada reporter.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari mengenal sang ilmuwan yang akan kita bahas terlebih dahulu.

Nikola Tesla, seorang fisikawan, penemu, dan teknisi bidang mekanika maupun listrik Amerika serikat, dilahirkan pada tanggal 10 Juli 1956 dan memegang sekitar tiga ratus hak paten atas penemuan-penemuan yang berhubungan dengan listrik seperti lampu pijar, dan dinamo.

Mantan asisten Thomas Alva Edison ini lebih terkenal dengan penemuannya atas jenis listrik AC, atau Alternating Current disaat atasannya tersebut lebih memfokuskan diri pada DC atau Direct Current. Karena hal inilah ia dan penemu lampu tersebut mengalami permusuhan yang sangat dalam.

Kembali ke topik pembahasan, pada tahun 1938, Tesla mengungkapkan pada reporter setempat bahwa ia telah membuat sebuah rancangan senjata yang luar biasa dahsyat sehingga negara manapun yang memilikinya akan mendapat kemenangan sempurna dalam perang
"Senjata ini akan mengirim pancaran partikel-partikel yang terkonsentrasi lewat udara yang akan terbang dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan cahaya. Energinya begitu besar sehingga ia dapat merontokkan hingga 10.000 pesawat musuh dari jarak 250 mil dan dapat menyebabkan jutaan tentara musuh mati di tempat."
 Ucapnya pada reporter, tujuh puluh enam tahun yang lalu.

Jika penemuan ini terealisasikan, maka seharusnya ada empat komponen atau bagian penting yang harus ada didalamnya.

Pertama, sebuah peralatan yang bisa menghilangkankan pengaruh atmosfer terhadap partikel-partikel tersebut.

Kedua, metode untuk menghasilkan potensi kekuatan listrik yang sangat besar.

Ketiga, metode untuk meningkatkan kekuatan listrik yang dihasilkan hingga mencapai 50.000.000 volts.

Keempat, pembuatan sebuah alat untuk melontarkan kekuatan listrik yang telah dihasilkan.

Menurut sang penemu, dua dari empat komponen yang tertera diatas telah dibuat dan diujicobakan olehnya, dan hanya butuh dua juta dollar dan waktu sekitar tiga bulan untuk menyempurnakan sisa komponen yang diperlukan, jumlah uang yang bisa dibilang sedikit untuk hasil maksimal yang ia klaim sebagai senjata terdahsyat pada masanya.

Dan jika proyek ini disetujui, maka ia akan membangun menara-menara ini di wilayah-wilayah perbatasan antar negara yang juga dapat berfungsi sebagai pembangkit listrik. Luar biasa.
 

Jika pemerintah Amerika menyetujui rancangan ini, ia ingin pekerjaannya tidak diganggu dan menolak untuk mendapat intervensi dari para ilmuwan maupun ahli-ahli lainnya, ia juga menginginkan kepercayaan penuh kepadanya.

Tesla juga menambahkan, bahwa data-data lengkap mengenai rancangan proyek ini sudah disimpan rapih dan lengkap dalam arsipnya.

Meskipun terdengar sedang berkhayal, namun apa yang dinyatakan Tesla bukanlah sekedar fantasinya semata, pancaran partikel, atau yang disebut dengan Particle Beam memang ada dalam kehidupan manusia dan bukanlah sebuah hal yang aneh.

Pancaran partikel sebenarnya hanya sebuah pancaran cahaya yang terdiri dari berbagai gelombang elektromagnetik. Salah satu contoh penggunaannya adalah alat operasi sinar laser yang digunakan untuk mengoperasi otak.




Namun tentu saja, pancaran partikel yang dibahas Tesla memiliki level yang jauh berbeda, bisakah anda membayangkan sebuah pancaran sinar yang kecepatannya menyamai kecepatan cahaya dengan energi yang dibanggakan bisa menjatuhkan sepuluh ribu pesawat terbang militer hanya dalam hitungan detik ?

Ya, mungkin anda akan berkata mustahil atau sebagainya, ditambah, niat jahat yang seakan entah muncul darimana yang mengatakan jika kita memiliki senjata semacam itu, maka akan dengan mudahnya menghancurkan sebuah negara kecil dari jarak jauh.

Tapi tidak dengan Tesla, senjata rancangannya ini di desain untuk menghentikan perang yang sedang membara pada masanya.

 Tepat, 1938 adalah saat perang dunia pertama berakhir dan masa-masa menjelang perang dunia kedua, Tesla memiliki niat untuk menghentikannya dengan senjatanya.

Dalam salah satu suratnya, Tesla menulis :
"Selama bertahun-tahun, aku mencoba untuk mencari solusi dari masalah terbesar umat manusia, yaitu bagaimana menjaga perdamaian dunia.
Mengenai Tesla Death Ray, ia mengatakan:

"Penemuan ini akan membuat perang menjadi tidak mungkin. Sinar kematian itu akan mengelilingi perbatasan setiap negara seperti tembok Cina yang tidak terlihat, hanya saja, "tembok" ini jutaan kali lebih sulit ditembus. Ini akan membuat setiap negara tidak dapat ditembus oleh pesawat musuh atau tentara darat yang menyerbu masuk."

Dengan begitu, maka menurut ilmuwan ekstrentik itu, jika sebuah negara ingin mencegah perang, maka negara tersebut harus mempersenjatai diri dengan pertahanan yang tak bisa ditembus dan otomatis membuat negara lain mengurungkan niatnya.

Namun, rupanya pemerintah Amerika Serikat menghiraukannya dan beberapa negara lain yang ditawarkanpun melakukan hal yang sama, menolak untuk merealisasikan proyek Tesla yang luar biasa tersebut. Idenya dengan proyek inipun mulai runtuh dan terlupakan.

Ide ini akhirnya muncul lagi ke permukaan saat Tesla telah meninggal pada tahun 1943.

7 Januari 1943, Tesla meninggal pada salah satu kamar di hotel New York di usia kedelapan puluh enam tahun. Karena ia tidak pernah menikah, dokumen, arsip, dan harta bendanya diwariskan kepada keluarganya yang lain. Dan tidak lama setelah kematiannya, para agen dari Alien (imigran gelap) Property Custodian, departemen kehakiman Amerika Serikat, segera menyita seluruh dokumen-dokumen tersebut. Ini cukup mengherankan karena Tesla sendiri sebenarnya adalah warga negara resmi Amerika. Operasi dari Alien Property Custodian ini diakui oleh FBI dalam website resminya.

Namun, ketika pemerintah Amerika melakukan penyelidikan yang menyeluruh, dokumen mengenai rancangan Tesla Death Ray pun hilang tanpa jejak.

Berita yang menyebar cepat mengenai hilangnya dokumen tersebut membuat Jerman, Amerika dan Rusia berlomba-lomba untuk mendapatkannya, tetapi hingga post ini dibuat, keberadaan dokumen dan rancangan tersebut tidak diketahui.

Sebagian orang percaya kalau Tesla telah memusnahkan rancangan tersebut sebelum kematiannya karena takut jatuh ke tangan yang salah. Sebagian lagi percaya kalau orang dekat Tesla telah berhasil mengamankan rancangan tersebut sebelum disita oleh pemerintah. 

Sementara itu, George Keegan, seorang pensiunan kepala intelejen Amerika Serikat, menduga dan yakin bahwa rancangan Death Ray ada di tangan Soviet.

Penawaran Tesla terhadap Inggris dan Liga Bangsa-Bangsa tidak digubris dan tenggelam sebelum muncul ke permukaan, dan disaat itulah Uni Soviet memberikan ketertarikan yang cukup besar. 

Tahun 1939, Tesla telah mengujicobakan tahap pertama idenya tersebut dihadapan pihak Uni Soviet. Ia lalu menerima cek sebesar 25.000 dollar, namun sepertinya proyek ini tidak selesai.

Rumor lainnya mengatakan bahwa sebenarnya Tesla hanya menjual rancangannya kepada Uni Soviet.

Rumor ini menguat ketika Sovyet menginvasi Afghanistan tahun 1979. Rumor menyebutkan kalau pada masa perang tersebut, helikopter-helikopter Sovyet terlihat mengeluarkan cahaya aneh yang diarahkan kepada tentara Afghanistan. Mereka yang terkena cahaya tersebut tewas seketika dan mayatnya tidak membusuk hingga 30 hari.


Ketika meneliti mayat tersebut, pihak militer barat percaya kalau Sovyet mungkin telah menggunakan gas pembunuh jenis baru, namun banyak yang percaya kalau kondisi mayat tersebut adalah hasil dari senjata yang melontarkan elektromagnetik berkekuatan tinggi. 

Maka bukan tidak mungkin, Soviet telah merealisasikan ide Tesla dan sedikit memberi modifikasi.

Teori lain juga menyebarkan berita dengan cepat bahwa rancangan tersebut sebenarnya ada di tangan Amerika sendiri.

DARPA (Defense Advance Reasearch Project Agency), yaitu salah satu badan pemerintah yang bertujuan untuk meneliti persenjataan baru untuk militer, sesungguhnya telah melakukan percobaan senjata partikel sejak tahun 1958, 15 tahun setelah kematian Tesla. Prinsip penelitian mereka sama persis dengan ide Tesla, walaupun dalam skala yang lebih kecil.

Sayangnya, proyek ini tidak pernah dilanjutkan lagi karena memiliki resiko yang teramat tinggi dan tenaga listrik yang dibutuhkan jauh lebih besar daripada pembangkit listrik standar dalam perang.

Jadi, jika kedua penghambat ini bisa ditemukan pemecahannya, bukan tidak mungkin Amerika melanjutkan dan menyelesaikan proyek ini.

Beberapa pihak juga menyatakan ketidakpercayaannya terhadap proyek Tesla ini.

Meskipun harus diakui ide dan rancangan Tesla mengenai Death Ray sangat jenius, namun tidak sedikit juga proyeknya yang gagal terealisasikan.

Seperti rancangannya untuk menyembuhkan TBC dengan osilasi listrik pada tahun 1900, lalu rencananya untuk mengendalikan kekuatan Samudera 27 tahun kemudian, dan rencana untuk memanfaatkan energi kosmis sebagai bahan bakar alternatif. Rancangan-rancangan ini tidak terealisasikan olehnya.

Bahkan walaupun rancangan itu ada, bisa dimengerti mengapa pemerintah menolaknya. Ide Tesla mengenai kemungkinan terciptanya perdamaian jika senjatanya diimplementasikan sangat tidak masuk akal. Memang, sebuah negara yang memasang Tesla Death Ray akan aman dari serbuan pesawat. Namun, jelas tidak akan aman dari serangan diam-diam.

Dengan mudahnya musuh tinggal menghancurkan Death Ray terlebih dahulu sebelum menyerang dan menginvasi sebuah negara. Jadi, ide ini juga memiliki cacat yang besar.

Dan, 71 tahun setelah kematian Tesla, jika kita belum melihat realisasi dari rancangan tersebut selain dari sebuah game, kita patut bersyukur, siapapun yang menyimpan dokumen tersebut adalah orang yang berbuat kebaikan bagi dunia ini.




:)


Sunday, 28 September 2014

Kasus Elisa Lam Re-Opened, Hipotesa dan Analisis.

Kasus Elisa Lam, Re-Opened.
Oleh : Conan Edogawa, Heiji Hattori, Shinichi Kudo


Elisa Lam, seorang mahasiswi dari Universitas British Colombia, Kanada ditemukan tewas dalam satu dari empat tangki air yang ada di atap sebuah hotel dalam keadaan bersih dari bekas luka, memar dan telah dinyatakan hilang selama 19 hari sebelumnya.

Elisa Lam. (google)
Polisi menutup kasus ini dan menyatakan bahwa Elisa Lam mengalami kecelakaan, atau Accidental Drowning pada tanggal 21 Juni 2013. Ditambah, pemeriksaan dari pihak kepolisian juga menemukan fakta bahwa mahasiswi berumur 21 tahun tersebut mengidap penyakit mental yang disebut Bipolar Disorder,  yaitu sebuah perubahan mood yang drastis secara tiba-tiba.

Pergi ke Los Angeles seorang diri, ia lalu check-in pada tanggal 26 Januari 2013 di sebuah hotel yang mempunyai riwayat kelam, hotel Cecil, Los Angeles.

Sebelum melanjutkan ke analisis dan hipotesa, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih secara langsung ke dua orang teman penulis yang tidak disebutkan namanya, panggil saja mereka Heiji Hattori atau Shinchi Kudo. Terima kasih, kawan !

Kembali ke kasus, Elisa Lam terakhir terlihat pada tanggal 31 Januari 2013, sebelum akhirnya dinyatakan hilang selama 19 hari oleh kepolisian.

Proses Evakuasi mayat Elisa Lam
13 Februari, Kepolisian Los Angeles menyebarkan sebuah rekaman video tentang dirinya kepada masyarakat luas, dengan alasan untuk membantu mencari Elisa Lam.

Naas, ia ditemukan dalam sebuah tangki air di atap Hotel Cecil 6 hari setelahnya. Dalam keadaan tak bernyawa dan tak mengenakan pakaian.

Dalam video rekaman yang disebarkan polisi, ia terlihat sedang berada di dalam lift dan bertingkah cukup aneh, menekan beberapa tombol sekaligus sambil mendekatkan kepalanya, lalu bersembunyi dipojok lift sambil bertingkah layaknya anak kecil yang sedang bermain petak umpet..



Jika anda telah melihat videonya, mari kita masuk kedalam inti kasus dan melakukan analisa.
Jika belum, alangkah baiknya anda menyaksikannya terlebih dahulu.

Dalam kasus ini, ada beberapa inti kasus yang kami ambil, yaitu :

Apa yang dilakukan dan/atau terjadi pada Elisa Lam dalam lift ?

Bagaimana cara dia masuk ke dalam tangki lift yang tertutup rapat ?, Dan yang terakhir..

Pembunuhan, atau, Bunuh Diri ?

Baiklah, kita sudah mendapat rumusan masalah/pertanyaan. Mari kita masuk ke bagian pembahasan.

Hotel Cecil, sebuah hotel angker yang terletak pada koordinat 34°02′39,04″LU 118°15′1,97″BT 
dibangun pada tahun 1927, Hotel tersebut lalu diperbarui setengah bagiannya pada tahun 2007 oleh pemilik barunya.


Hotel Cecil tampak luar. (google)

Tercatat memiliki tiga riwayat pembunuhan (termasuk kasus Elisa Lam) dan beberapa kasus bunuh diri, hotel ini juga pernah menjadi tempat tinggal sementara bagi Richard Ramirez, pembunuh berantai yang telah membunuh 14 orang. Dan, Jack Unterweger.

Sekarang, mari kita lihat bagian atas dari hotel Cecil, tempat mayat Elisa Lam ditemukan.

Tangki air hotel Cecil. (google)
Tangki air hotel Cecil, close-up. (google)


























Lihat pada kedua gambar tersebut, empat Tangki air berdempetan, akses pun hanya ada satu untuk menuju ke sana. Melalui sebuah pintu yang selalu tertutup dan terkunci.

Namun,  prinsip ini dipatahkan oleh sebuah video yang menayangkan bagaimana cara untuk naik keatap hotel tidak begitu sulit. Sayangnya, video youtube tersebut telah diubah menjadi video private. Penulis terlambat.

Tangki Air Elisa Lam ditemukan. (google)

Akan lebih banyak gambar yang kalian temukan di mesin pencarian terbesar internet, google. Penulis hanya mengambil beberapa gambar.

Setelah melihat dan mereview tempat kejadian perkara, Apa sudah waktunya kita memasuki bagian hipotesa dan analisa ?

Analisa dan Hipotesa dibawah ini adalah hasil dari pemikiran penulis dan teman-teman saja, hanya spekulasi sementara akibat terbatasnya dimensi ruang-waktu yang memungkinkan untuk pergi ke sana. Kami pun membuat analisa jarak jauh.

Dari salah satu blog misteri terkenal, Blog Enigma memberikan lima kemungkinan dari penyebab kejadian ini. Kami mengeliminasi beberapa kemungkinannya dan mempersempit wilayah analisa.

Salah satu kemungkinan yang kami eliminasi, adalah kemungkinan kecelakaan. Alasannya simple, yaitu

Tidak ada orang yang kecelakaan dan secara tidak sengaja masuk kedalam tangki air tanpa pakaian sedikitpun. Bipolar Disorder tidak akan merusak mental sejauh itu, Ia juga seorang mahasiswi yang berpendidikan. Akan sangat kecil peluangnya jika dia melepas semua bajunya dan bermain diatas tangki air yang selalu tertutup.

Kemungkinan lain yang kami eliminasi, adalah pembunuhan oleh Illuminati dan Hantu, alasan dari kami cukup logis untuk menentang kemungkinan ini, yaitu

Jika pembunuhan dilakukan oleh hantu, itu sangat mustahil, mengingat hantu tak mempunyai fisik dan sangat tidak mungkin membunuh manusia.
Jika pembunuhan dilakukan oleh Illuminati, mereka harusnya bisa membuat pembunuhan lebih rumit dan/atau lebih simple. Mereka tinggal membuat Elisa Lam seakan-akan bunuh diri dan kasus terpecahkan tanpa ada sangkut-pautnya dengan organisasi tersebut.

Tiga dari Lima kemungkinan telah kami eliminasi dengan pernyataan yang logis, jika ada pertanyaan, silahkan bertanya lewat kolom komentar dibawah post ini.

Tersisa dua kemungkinan lainnya yang tak kalah besar peluangnya. Pembunuhan, dan Bunuh Diri.

Dari kedua kemungkinan itu, kami berdiskusi ulang dan mereview kembali analisa masing-masing.

Anggaplah kegiatan bunuh diri memang terjadi, dan dilakukan didalam air. Mari kita berpikir menjadi dia, menggunakan sudut pandang orang pertama.

Bunuh diri, biasanya dilakukan karena depresi, ditambah penyakit mentalnya. tindakan ini bukan hal yang mustahil.

Lalu, jika anda sedang depresi dan berada diatas, atau diatap sebuah gedung yang tinggi, apa yang akan anda lakukan untuk mengakhiri hidup ? Memasuki sebuah tangki air dan menutupnya sehingga anda kehabisan oksigen dan kehabisan tenaga didalam sana, atau.. terjun dari ketinggian ?
Jadi, kami memutuskan untuk lebih condong ke kemungkinan keempat, Pembunuhan.

Maaf bang Enigma, kami memilih opini yang tidak anda pilih, dengan hormat.

Apa yang terjadi jika dia benar-benar dibunuh ?
Kami memecah kemungkinan ini menjadi beberapa analisa. Setiap analisa akan berhubungan dengan tindakan dan dimensi ruang-waktu.

Mungkin tersirat dibenak anda, siapakah pelakunya, jika pembunuhan dilakukan ? 


Jika pelakunya adalah orang yang tak dikenal, bisa jadi Elisa Lam merupakan target yang dipilih secara random atau acak oleh orang tersebut. Tentu saja, pembunuhnya pasti seorang psikopat.

Ditambah, riwayat hotel mengatakan bahwa disana beberapa kali terjadi pembunuhan, semua hipotesa dalam pertanyaan ini bisa terjawab.


Racun, itulah yang dimasukkan kedalam tubuh Elisa oleh si pembunuh.
Baik, anggap Elisa sedang mengalami masalah sehingga ia melakukan tindakan-tindakan aneh di lift, ia pun akhirnya memutuskan untuk pergi keatas hotel sejenak untuk menenangkan diri.

Namun, ia justru melihat si pelaku sedang melakukan tindakan-tindakan illegal, seperti mencoret-coret kaca jendela yang ada di bagian atas hotel tersebut seperti pada foto diatas.

Jika pelakunya adalah orang yang dikenal Elisa, maka pelaku bisa saja menggiring korban ke atap hotel, entah dengan cara seperti apa.

Lalu, apa yang dilakukan Elisa di lift semata-mata karena iseng untuk mengagetkan pelaku yang sudah dikenalnya.

Ia menekan tombol untuk naik ke lantai teratas di hotel tersebut dan menekan tombol "Hold Door" secara bersamaan.

Tapi, teman yang ditunggunya tak kunjung datang, ia sempat mengecek dengan cara tak labil, lalu bersembunyi, ada kemungkinan ia melihat seseorang yang dia kira temannya.

Akhirnya, ia pun menyerah dan keluar dari lift. Sementara temannya yang akan menjadi pelaku menaiki tangga darurat agar lolos dari kamera CCTV.
Dan diatas, terjadilah hal yang tak diingkan..
Pelaku lalu mencekoki Elisa dengan racun dosis rendah, tentu saja, tangannya menahan Elisa sehingga tak bisa kabur dan itulah alasan seluruh pakaian korban hilang. Karena pelaku telah mengambilnya karena ada sidik jari si pembunuh disana.
Lalu, bagaimana pelaku membunuh korban setelah korban pingsan ?
Kami bertiga setuju dengan hipotesa bang Enigma, pelaku memberikan racun dosis rendah, membuka penutup tangki, dan menjatuhkan tubuh korban dari atas seperti dalam metode seperti ini


Lalu, kenapa ia memasukkan tubuh Elisa Lam kedalam tangki air ? bukan meninggalkannya begitu saja disana ? Tergeletak tak bernyawa ?
Pelaku mengaburkan waktu kematian Elisa, suhu tubuh akan lebih cepat turun dan itulah caranya mengelabui polisi, ini mungkin bisa juga menjadi salah satu alasan mengapa seluruh pakaian korban dilepaskan.

Dan, karena racun yang diberikan hanya dalam dosis rendah, maka mayat yang lebih cepat membusuk akan tak teridentifikasi lagi jenis racun apa yang digunakannya, karena air membawa racun tersebut.
Bagaimana pelaku kabur setelah itu ? Bukankah tidak mungkin untuk menaiki lift dan koridor yang penuh CCTV ?
Apabila pelakunya adalah orang dari hotel tersebut, ia tentunya sudah hafal semua blind spot dari CCTV, dan itu yang membuatnya berhasil kabur.

Namun, apabila ia tidak hafal, maka ia pasti menuruni tangga darurat
 

Bagaimana ciri-ciri pelaku jika memang terjadi pembunuhan ?
Pertama, pelaku pasti berbadan besar. Butuh tenaga cukup banyak untuk membuka penutup tangki air. Kecuali jika pelakunya dua orang atau lebih.

Kedua, butuh cara cepat untuk kabur dari tempat itu dan mengisi alibinya sebelum mayat Elisa Lam ditemukan. Dia pasti mencari cara tercepat untuk kabur dari ketinggian, jika lewat lift, polisi dengan mudah mengidentifikasi pelaku dan kasus ini ditutup.
Lalu, cara seperti apa yang dilakukan oleh pelaku ?
Parkour. Pelaku pastilah bisa melakukannya meskipun sedikit-sedikit jika ia memang kabur dengan cara seperti ini. Kecepatan tangan, pikiran, refleks, dan pergerakan yang efisien dan secepat-cepatnya adalah prinsip utama dari kegiatan ini.

Meskipun tujuan dari parkour adalah untuk membantu seseorang, pelaku salah menggunakan keahlian ini. Maaf, penulis bukan menyindir atau menyerang atau melakukan pencemaran nama baik dengan kalian, para pecinta parkour.
Rintangan yang dilalui pelaku menurut kami. (google)




Cecil Hotel Rooftop View (google street view)
 Begitulah, kami mempunyai jawaban yang berbeda dari bang Enigma, bukankah perbedaan opini itu menyenangkan ?

Akhir kata, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membaca hipotesa dan analisa kami. Dan sekali lagi, kita biarkan waktu menjawabnya..




:)




Thursday, 25 September 2014

Philadelphia Experiment, Fakta dan Analisa.

Philadelphia Experiment, Fakta dan Analisa.
Oleh : Kanzia Rahman


Musim gugur, 1943.. Sebuah kapal perang milik militer angkatan laut Amerika Serikat yang bernama USS Eldridge mengalami teleportasi dari Philadelphia ke Norfolk, Virginia yang jauhnya 200 mil. Peristiwa ini lalu disebut dengan nama Philadelphia Experiment.


USS Eldridge. (google)

 Salah satu hal yang paling terkenal dan menjadi dasar dari eksperimen ini ialah
Unified Field Theory
yang dikemukakan oleh Albert Einstein dan diperkuat oleh Nicola Tesla.

Unified Field Theory adalah teori yang menggabungkan 4 jenis medan, yaitu gravitasi, elektromagnetik, kuat dan lemah menjadi sebuah medan yang terpadu. Dan jika teori ini berhasil dilakukan, maka cahaya disekitar objek akan dibelokkan dan membuat objek tak terlihat.

Tahun 1939, proyek universitas Chicago itu dipindahkan ke Princeton's Institute of Advanced Studies, tidak jauh dari Philadelphia. Di tempat ini, para peneliti mempresentasikan hasil penemuan mereka kepada militer Amerika yang tertarik pada aplikasinya di medan perang.

Albert Einstein sendiri, sang pencipta teorinya belum pernah menerapkan teori ini langsung karena kurangnya sarana dan alat yang bisa digunakan pada saat itu, namun, militer AS nekat mencobanya dan melakukan percobaan kepada salah satu kapal perang mereka, USS Eldridge.

Sebelum masuk ke topik utama, mari kita membahas dua orang yang tak bisa kita lupakan dari teori ini, Morris Jessup, dan Carlos Allende.

Morris Jessup, seorang astronom dan penulis amatir, mendapat sebuah surat undangan yang tak pernah ia duga dari US Navy's Office of Naval Research (ONR) karena bukunya yang berjudul "The Case for the UFO".


Morris Jessup. (google)


Dalam bukunya tersebut, ia menceritakan teori yang ia ciptakan sendiri tentang mesin pendorong pada UFO, dan
teknologi anti gravitasi atau manipulasi elektromagnetis mungkin bertanggung jawab atas cahaya-cahaya aneh yang menyertai penampakan UFO.

Berkaitan dengan teorinya tersebut, Jessup percaya bahwa teori medan terpadu, atau Unified Field Theory akan sangat berguna dimasa mendatang.

Sesampainya di kantor ONR, betapa kagetnya Jessup saat ia melihat bukunya terletak di meja sang perwira angkatan laut yang memanggilnya. Lalu, perwira tersebut bertanya apakah Jessup yang mengirim buku tersebut ke ONR, tentu saja Jessup menyangkal.

Jessup memang tidak mengetahui apa-apa tentang bagaimana buku yang ditulisnya tersebut bisa sampai di kantor ONR, namun, ada catatan-catatan kecil yang berusaha menjelaskan isi buku tersebut. Ia pun teringat pada seseorang..




Carlos Allende. (google)





Adalah Carlos Allende, orang yang mengaku kepada Jessup bahwa ia melihat kapal USS Eldridge menghilang dan muncul kembali, Carlos menyaksikannya dari kapal SS Andrew Furuseth yang berlabuh dekat USS Eldridge pada saat itu.

Allende percaya bahwa saat itu, (masa-masa perang), angkatan laut AS sedang berupaya untuk melakukan sebuah proyek rahasia untuk menghilang di daerah peperangan dan menembaki kapal laut musuh secara tak terlihat.

Allende pernah menghadiri salah satu seminar Morris Jessup, dan dari sanalah ia memutuskan untuk menaruh kepercayaannya pada Jessup.

Bahkan, ia juga mengatakan bahwa ia pernah melihat dua orang awak kapal USS Eldridge yang tiba-tiba menghilang dan lenyap begitu saja dari sebuah bar.

Antara percaya dan percaya, Jessup mengatakan bahwa Allende harus membuktikan kesaksiannya, namun, Allende tidak bisa melakukannya. Allende juga berubah namanya menjadi Carl M Allen.


Dari perubahan nama yang terjadi, (Carlos Allende menjadi Carl M. Allen), penulis mengambil dua hipotesa. Hipotesa pertama, Carlos Allende benar-benar mempunyai nama Carl M. Allen dan Carlos Allende hanya merupakan nama samaran. Dan, hipotesa kedua, Carlos Allende ditangkap oleh militer angkatan laut AS lalu diganti namanya agar menimbulkan kebingungan dan menyebabkan Jessup tak memercayainya. Karena, jika Jessup memercayainya, maka bisa saja Jessup membuat sebuah buku tentang Philadelphia Experiment dan menyebarkannya ke khalayak luas.

Sejak saat itu, Jessup tak percaya dan tidak pernah menanggapi lagi Allende/Allen.

Walaupun tidak dipercaya oleh Jessup, Allende tetap meneruskan niatnya untuk menyebarkan kisah itu. Lalu, ia membuat catatan-catatan kaki pada buku Jessup dan mengkaitkannya dengan eksperimen angkatan laut yang dilakukan di Philadelphia itu. Ia mencetak buku yang telah diberi catatan kakinya sebanyak 100 eksemplar dan buku inilah yang salah satunya jatuh ke tangan angkatan laut Amerika. Dari sinilah kisah Philadelphia Experiment mulai menyebar.


Sekarang, mari masuk ke topik utama, yaitu Philadelphia Experiment, dari sudut pandang Allende.
Tanggal 22 Juli 1943, percobaan rahasia tersebut dilakukan di atas kapal USS Eldridge yang sedang berlabuh di Philadelphia.

Tujuan eksperimen ini tidak lain adalah untuk menciptakan sebuah medan energi yang dapat membuat kapal tersebut menghilang dari pandangan manusia dan radar.



Ilustrasi. (google)



 Percobaan pun dilakukan, kapal USS Eldridge menghilang beberapa saat dari tempatnya, dan muncul kembali ditempat yang sama..

Meski kelihatannya baik-baik saja, namun, terjadi hal yang mengerikan diatas kapal, awak-awak kapal USS Eldridge mati, bagian-bagian tubuh mereka terpisah, dan mereka semua mati mengenaskan..


Percobaan kedua dilakukan, namun kali ini perintah yang digunakan adalah supaya kapal hanya tak terlihat dari radar, bukan menghilang dari tempatnya.

28 Oktober, di tahun yang sama.. kapal USS Eldridge melakukan percobaan kedua, kapal pun berhasil menghilang selama 4 jam dan kembali ke tempatnya diikuti sebuah kabut hijau misterius yang menggantung di dek kapal..

Beberapa awak kapal berteriak karena tubuh mereka terbakar, ada yang seperti orang gila, orang sakit, dan ada yang mati mengenaskan..

Namun, pertanyaannya disini, kemana kapal tersebut menghilang selama 4 jam ?


Beberapa saksi menyebutkan kalau kapal itu terlihat di pelabuhan Norfolk yang berjarak lebih dari 200 mil dari Philadelphia.

Inilah asal usul berkembangnya legenda yang menyebutkan kalau kapal itu tanpa sengaja mengalami teleportasi.
Terkait dengan kondisi awak kapal, setiap sumber menyebutkan hal yang berbeda-beda, penulis tidak mengetahui dengan pasti kondisi badan mereka. Namun, penulis memperkirakan bahwa apa yang terjadi pada mereka adalah efek dari hilangnya kapal tersebut dari tempatnya.

Setiap sel-sel yang ada dalam tubuh mereka ikut 'terbang' dan terjadilah sebuah 'gap' dalam tubuh mereka, sehingga saat sel-sel tersebut kembali ke tempatnya, bukan tidak mungkin terjadi miss-position dan menyebabkan masalah pada tubuh awak kapal.

Namun, penulis masih agak skeptis terhadap awak-awak kapal ini. Bagaimana mungkin, kru dan awak kapal tidak diberitahukan atau diberi pengumuman terlebih dahulu sebelum kapal diuji coba ? Dan, bagaimana kapal tersebut bisa melakukan 'teleportasi' disaat para awak (dan tentunya sang nahkoda kapal) mengalami 'gap' ?

Inilah awal dari legenda Philadelphia Experiment, sebuah misteri yang belum terpecahkan oleh otak dan pemikiran-pemikiran milik para orang-orang logis, mungkin ada yang sudah berhasil memecahkan misterinya, namun tentu saja, meski kurang realistis, pasti ada pemecahan dan jawaban yang sistematis dan logis dari masalah yang justru banyak orang berpikiran apatis terhadapnya.

Apa teori ini menjadi dasar dari teknologi stealth ? Apa yang sebenarnya terjadi pada USS Eldrigde pada saat itu ? Apa yang menjadi motif dasar pemerintah dan militer AS menyembunyikan hal ini dari khalayak luas ?

Akhir kata, mari kita biarkan waktu yang menjawabnya...




:)