Tuesday, 3 February 2015

Jawaban dari The Fermi Paradox..

The Fermi Paradox, Where is Everybody ?
Oleh : Kanzia Rahman




  Di suatu hari, tahun 1950, Enrico Fermi yang sedang bekerja di Laboratorium Nasional Los Alamos sedang makan siang bersama tiga orang temannya, yaitu Emil Konopinski, Edward Teller, dan Herbert York. Disaat mereka sedang berbicara tentang Persamaan Drake atau Drake Equation, Fermi berpikir dan bertanya, Kemana semua orang apabila benar banyak peradaban diluar planet bumi ?

  Jika anda melihat ke langit luar sana, lihatlah bagaimana bintang-bintang bersinar terang, kesunyian membawa ketenangan, angin menghembus, langit malam cerah dihiasi bintang.. namun, sebagian orang akan berpikiran mengenai hal yang berbeda, terutama para penyuka film bertema luar angkasa.. 



   "Jika memang alien itu ada, maka dimanakah mereka ?"

   Dan, memang begitulah pemikiran Fermi pada saat itu, dia menggunakan Persamaan Drake yang menurutnya, dalam satu galaxy kemungkinan bisa ada 1000 sampai 100,000,000 peradaban, Dan, apa mungkin dari sebegitu banyak alien, tidak ada yang datang atau bahkan nyasar ke bumi ini ?

  1964, Seorang berkebangsaan Russia, Nikolai Kardashev, berteori tentang macam-macam peradaban di dunia ini, total ada lima jenis.


Peradaban jenis pertama adalah peradaban yang menggunakan planetnya sendiri sebagai sumber energi, bahkan mungkin menghabiskan sumber daya di planet itu sendiri, bumi mungkin masuk ke peradaban disini. Carl Sagan sendiri berkata bahwa peradaban manusia masih di kisaran 0,7


Peradaban jenis kedua adalah sebuah peradaban yang menuai energi dari bintang induk mereka, seseorang bernama Freeman Dyson berteori bahwa peradaban tersebut membuat sebuah kubah yang luar biasa besar yang menutupi bintang, lalu mengubah radiasi panas dari bintang untuk dijadikan energi, teori (dan kubah) ini disebut Dyson Sphere



Peradaban jenis ketiga dan keempat, lebih luar biasa, mereka menuai energi dari galaxy mereka sendiri.

Peradaban jenis kelima, menurut Kardashev, adalah peradaban yang Godlike, immortal, dan omnipotent.

  Mungkin agak sedikit sulit untuk mencernanya, tapi Big Bang terjadi sekitar 13 milyar tahun yang lalu, dan bumi baru berusia 4,5 tahun. Apakah tidak ada kemungkinan adanya peradaban kuno yang telah berevolusi ke peradaban jenis kedua, atau bahkan ketiga dan keempat ? Tentu saja ada.

  Namun, satu hal yang pasti, peradaban yang sudah 'luar biasa' pasti akan bersifat ekspansif, memperluas daerah, menuai energi lebih banyak, menyebarkan koloni di berbagai planet sekitar yang tak berpenghuni, atau bahkan galaksi mereka.

  Dan, meskipun baru spekulasi, jika kita anggap selisih waktu dari suatu peradaban dari sebuah sistem planet ke sebuah sistem planet lain dibutuhkan 500 tahun, maka harusnya, dalam 3,5 milyar tahun, mereka sudah menguasai seisi galaxy.


  Spekulasi lainnya, kalau meskipun hanya 1% dari peradaban yang 'pintar' dapat bertahan cukup lama hingga masuk ke jenis ketiga diatas, maka setidaknya ada 1000 peradaban yang minimal, berada di Galaxy kita, Minimal, kita merasakan kehadiran mereka, atau melihat mereka, namun kali ini berbeda, kita sama sekali 'buta' tentang kondisi mereka.

Jadi, dimana yang lain ? Selamat datang di Fermi Paradox.

Berbagai jawaban, alternatif, dan teori muncul, salah satunya adalah adanya "The Great Filter".

"The Great Filter" melakukan filterisasi, dari jenis satu dan dua peradaban untuk masuk ke jenis ketiga peradaban


  
Apabila teori ini benar, muncul lagi sebuah pertanyaan, kapan The Great Filter ini terjadi pada bumi ?

Ada 3 teori yang berhubungan dengan bumi dan the great filter, dimulai dari teori milik Peter Ward.

I. Rare. 

Peter Ward dalam bukunya Rare Earth menjelaskan kita (manusia dan bumi) adalah satu-satunya anommali yang berhasil melewati the great filter, entah kapan, namun kita lolos.

II. First.

Dalam teori ini, disebutkan bahwa bumi adalah satu-satunya yang berhasil melewati the great filter, yang lain tertinggal di belakang, bukan sekedar anomali namun sebuah probabilitas meski kecil, dan jika teori ini benar, maka hanya bumilah yang memiliki teknologi tercanggih dan tak ada yang menahan bumi untuk masuk ke jenis ketiga dari peradaban.

III. Not Yet.

 Dan inilah teori yang paling mungkin, bahwa kita belum melewati fase "The Great Filter", entah kiamat besar atau kerusakan bumi. Manusia diibaratkan terlalu sombong dengan mengejar duniawi semata, meski pada akhirnya semua hal yang dilakukan dengan niat kesombongan akan hancur, seperti mitologi Icarus yang terbang terlalu tinggi sehingga terbakar matahari, atau kerajaan-kerajaan besar yang hancur dengan sendirinya (Romawi, Mayan).

  Dalam kehidupan modern ini, kita mengenal global warming, pemanasan global, bahkan teknologi untuk mengubah cuaca, apa manusia sudah terlalu 'jauh' dan melupakan tuhan ?


Selain teori "The Great Filter" yang nampaknya cukup meyakinkan, ada juga beberapa teori dengan alasan yang cukup logis yang menyatakan bahwa tipe peradaban jenis satu dan kedua itu ada, namun mengapa kita tidak mendengar apa-apa dari mereka.

1. Peradaban pintar sudah pernah ke bumi, namun sudah jaman dahulu kala

Jika menilik usia bumi yang sudah cukup tua, maka bukan sebuah kemustahilan apabila peradaban pintar tersebut sudah pernah ke bumi namun tidak mendapati apa-apa selain dinosaurus yang telah punah.

2. Peradaban lain hanya sedikit, itupun baru muncul

Jika kita memperlebar jangkauan teori ini, maka ada kemungkinan teori ini ada hubungannya dengan The Great Filter, terutama apabila kita yang "First" dalam teori diatas

3. Bumi berada di daerah pinggiran galaxy

Analogikan galaxy adalah Indonesia, maka bumi berada jauh dari Jakarta, semisal di Aceh, atau Papua, cukup jauh bukan dari Jakarta ? Dan itulah mengapa bumi agak kurang mendapat perhatian, karena jarak yang jauh dari pusat keramaian

Selain itu, butuh dana yang sangat mahal untuk mengeksplorasi satu galaxy, atau jarak antar-peradaban yang terlalu jauh, nampaknya juga menjadi alasan mengapa bumi belum membuat kontak dengan "mereka"

4. Peradaban yang berada diatas tingkat bumi tidak ingin mencampuri urusan bumi

Salah satu alasan lain yang cukup logis, sebenarnya. Mereka yang sudah berada diatas tingkatnya bumi tidak ingin mencampuri urusan makhluk primitif, atau bumi (berdasarkan tingkatan peradabannya).

5. Galaxy dalam perang bintang

Alasan lain yang logis, dan rasional. Maksud saya, jika terjadi perang bintang diluar sana, dan manusia terus-terusan mengirim sinyal ke luar angkasa, maka kita mempertaruhkan bumi ini kepada makhluk asing yang kemungkinannya hanya dua, baik atau jahat. Stephen Hawking sendiri sudah memperingatkan agar manusia jangan mengirim pesan ke luar sana, bisa-bisa kita seperti bangsa Indian di Amerika saat bangsa Eropa menemukan mereka. Conquer !

6. Adanya sebuah peradaban super dominan di galaxy

Mungkin, di galaxy sana, ada sebuah peradaban yang mendominasi semuanya, dan menyingkirkan peradaban yang dianggap mengancam bagi peradaban tersebut, jika betul, maka bersyukurlah karena bumi agak jauh dari penglihatan mereka

7. Teknologi manusia terlalu primitif

Seperti yang telah dibicarakan diatas, Bumi masih masuk jenis tipe pertama dari peradaban (0,7), dan tentu saja kalah canggih dari peradaban ketiga, bahkan kedua

8. Sebenarnya mereka telah datang kesini, namun pemerintah menyembunyikannya

The battle of Los Angeles, Insiden Roswell, Area 51.. Kita belum tahu bukan, apa yang tersembunyi didalam arsip-aarsip pemerintah yang ada disana?

9. The Prime Directive

Nampaknya teori ini diadopsi oleh film Star Trek, sebuah federasi galaxy yang mempunyai aturan cukup ketat, seperti tidak berkomunikasi dengan jenis peradaban dibawah II, tentu bukan tanpa alasan, tapi agar menjaga komunitas galaxy ini bertahan, survive, tanpa adanya federasi seperti ini, maka peradaban diatas akan menjajah dan menguasai peradaban dibawah. 

Paradox ini, merupakan sebuah paradox yang paling membingungkan sejauh yang penulis lihat, sebuah paradox yang membutuhkan dana besar untuk menjawabnya.. Namun, penulis juga mempunyai sebuah pertanyaan..

"Jika mereka pernah mengunjungi kita, kapankah kita akan mengunjungi mereka ?"



:)

Monday, 2 February 2015

Amicizia, Kasus pertemanan antara manusia dan alien.

Review : Amicizia, Kasus pertemanan antara manusia dan alien
Oleh : Kanzia Rahman




    Sebelumnya, maaf saya memutus part 2 dari Depopulasi Dunia, Part 1 dapat anda baca dengan sedikit scroll ke bawah.

    Beberapa dekade kebelakang, Manusia dikabarkan telah berteman dengan alien, salah satu makhluk yang bahkan tidak bisa dipastikan keberadaannya, namun sebuah buku berjudul Contattismi Di Massa oleh Stefano Breccia, seorang ufolog terkenal di Italia yang mempunyai latar belakang insinyur kelistrikan dan pernah menjadi dosen di universitas-universitas Italia, menceritakannya.

  Didalam buku ini, manusia diceritakan pernah menjalin hubungan dengan sebuah koloni alien yang menghuni markas besarnya dibawah tanah Italia, Koloni ini dan manusia menjalin hubungan dari 1956 hingga 1978, waktu yang bisa dibilang cukup lama. 

  Breccia tidak mengarang, ia telah menyelidiki tentang pertemanan ini dalam waktu yang telah cukup lama, ia bahkan bertemu dengan saksi hidup masa tersebut, salah satunya adalah Bruno Sammaciccia, seorang ilmuwan Italia yang terkenal dengan gelar dibidang psikologi dan telah menulis lebih dari 160 buku.

  Sammiciccia mengatakan bahwa ia telah banyak mengalami perjumpaan secara fisik dengan para makhluk ekstra-terrestial tersebut selama beberapa dekade. Ufolog terkemuka Italia lainnya, Dr. Roberto Pinotti menyatakan bahwa ia secara pribadi mengetahui persahabatan Sammaciccia dan para alien tersebut, ia juga mengatakan bahwa ia takjub setiap Sammaciccia menceritakan tentang UFO kepadanya

   Dalam kata pengantarnya, Dr Pinotti mendeskripsikan rasa takjubnya ketika ia mendengar profesornya, Bruno Sammaciccia, berbicara mengenai ekstra terestrial. Saat itu, tahun 1969, ia sedang menjalani ujian tesis akhir doktoralnya di Universitas Florence. Ketika ia menyinggung kepada profesornya bahwa ia memiliki ketertarikan dengan UFO, profesornya berkata kepada Pinotti : "Apakah engkau menyadari bahwa ada markas bawah tanah alien di dekat Pescara." 

  Lalu, Pinotti menyadari bahwa Sammaciccia adalah seorang anggota perkumpulan yang membantu keeksistensian makhluk tersebut di muka bumi ini, Perkumpulan ini mereka sebut dengan nama "Friendship", "Freundshaft", "Amitie" atau "Amicizia"

  Jika bukan karena kematian Sammaciccia sebelas tahun silam, mungkin Pinotti tidak akan membeberkan tentang semua ini ke publik, ia merasa bahwa ini adalah tanggung jawabnya, karena itu ia melakukan ini, "Aku menyadari bahwa inilah tugasku untuk berkontribusi terhadap kebenaran sebanyak mungkin yang aku bisa."

  Kisah panjang ini dimulai saat Sammaciccia dan dua orang temannya bertemu dua orang yang mengaku alien, keduanya memiliki tinggi 2 meter dan 1,5 meter. Awalnya, Sammaciccia dan kedua temannya itu tidak percaya, namun mereka dibawa ke markas rahasia dan dipertemukan dengan alien yang lain, mereka melihat bagaimana makhluk ekstra-terrestial itu mendidik anak-anaknya dengan teknologi yang canggih, bahkan melihat alien setinggi 6 meter.

  Jumlah anggota perkumpulan "Friendship" semakin banyak, tugas mereka adalah mempersiapkan kedatangan alien dibumi, saya berasumsi pasti ada bagian surface departement, yang menutupi kedatangan alien dari masyarakat biasa, karena jika hal ini benar-benar terjadi, dibutuhkan sebuah ruang yang cukup besar dan teknologi manusia saat itu belum ada yang memungkinkan pendaratan ditengah laut, kecuali dibutuhkan kapal perang militer.

  Sammaciccia sendiri menyebut teman aliennya dengan nama "W56", W berarti Victory dan 56 adalah tahun dimana mereka pertama kali bertemu. Breccia sendiri mengaku telah bertemu dan mewawancarai sekitar 80 orang anggota perkumpulan Friendship, kebanyakan warga negara Italia, namun ada juga yang berasal dari negara lain.

  Para alien itu membaur ditengah-tengah kita, mengikuti kegiatan manusia, dan memiliki pekerjaan normal seperti manusia. Namun kemudian, Sammaciccia menceritakan tentang adanya konflik diantara dua kelompok alien, faksi yang didukungnya mempromosikan persahabatan, kesatuan kosmik dan pengembangan etika, sementara faksi lain yang disebut CTR (Contaries) mempromosikan pengembangan teknologi berapapun harganya. 

  Konflik ini menjadi penyebab perpecahan dan akhirnya markas rahasia mereka dibumi dihancurkan pada tahun 1978, Alien yang selamat segera meninggalkan bumi demi keselamatannya, mereka berjanji untuk kembali lagi ketika manusia siap untuk sebuah hubungan dengan para makhluk ekstra-terrestial. Dan begitulah akhir dari cerita Sammaciccia yang dibeberkan oleh Pinotti.

  Menurut blog Enigma, setidaknya ada 3 hal yang mendukung kebenaran dari cerita Sammaciccia. Pertama, ada foto dan wajah alien yang berwujud manusia terpampang dalam buku itu, jika seseorang mengenali wajah tersebut sebagai manusia biasa, maka kisah ini akan dianggap fiksi.  



  Kedua, Stefano Breccia adalah seorang professor fakultas teknik , seorang ufologis, penulis, Insinyur, dia memiliki karir yang gemilang di universitas Italia maupun Eropa. Begitupula Sammaciccia, seorang Psikolog, teolog terkenal di Pescara, dan telah menulis banyak buku tentang relik keagamaan, mukjizat, dan perbandingan agama, Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan terpajang di berbagai perpustakaan terkenal di dunia, ia juga mendapat gelar "Man Of The Year" oleh UNESCO pada tahun 1982, Apakah mungkin kedua orang tersebut mau mempertaruhkan karir, kredabiliasi dan reputasinya di mata dunia hanya karena sebuah cerita karangan ?

  Ketiga, sebuah foto yang bisa dibilang sangat pas untuk membuktikan keeksistensian makhluk ekstra-terrestial tersebut



  Dalam perbandingan sederhana, dibutuhkan 20 pucuk pohon cemara untuk menyamai tinggi makhluk yang disebut alien itu, tinggi pucuk pohon cemara dewasa sekitar 15 cm, jadi perkiraan kasar tinggi pria itu adalah 3 meter. Sama seperti apa yang tertulis dibuku..




:)

Wednesday, 14 January 2015

Depopulasi Dunia : Part 1

Depopulasi Dunia : Peringatan (Part 1)
Oleh : Kanzia Rahman



Apa anda pernah mendengar sebuah kelompok rahasia Illuminati ? Atau yang lebih eksklusif, The Bilderberg Group ? Jika belum, maka anda seharusnya mulai bertanya-tanya dari sekarang.

Bilderberg Group adalah sebuah perkumpulan rahasia dimana para eksekutif dunia berkumpul, namun bukan untuk merencanakan sesuatu yang baik. Ya, Secret society atau kelompok rahasia ini sebenarnya sudah mengontrol dunia sejak lama sekali, ratusan tahun lalu, namun dengan keberadaan dunia yang canggih seperti internet, keberadaan mereka lebih mudah tercium.

Depopulasi artinya pengurangan penduduk. Ya, penduduk bumi yang sekarang sudah mencapai 7 miliar orang dan akan terus bertambah, direncanakan untuk berkurang drastis hingga tersisa 500 juta orang saja oleh kelompok yang saya sebutkan diatas. Semua itu bukan isapan jempol belaka, tapi sebuah fakta yang tersaji didepan mata anda, dan terus berjalan.

Apakah anda tidak merasakannya ? Jika tidak, maka itulah yang mereka harapkan. Sebuah agenda yang sudah, sedang, dan terus berjalan dari kelompok penguasa dunia ini memang terdengar tidak masuk akal. Sebuah rencana untuk mengurangi penduduk dunia sebanyak enam setengah miliar orang terdengar gila.

Dr. Rima Laibow seorang dokter advokat , telah mengetahui dan bertemu dengan salah satu anggota aliran satanic ini tentang salah satu cara menjalani depopulasi ini, yaitu dengan Vaksinasi.



Kebenaran mengenai Depopulasi dunia memang bukan hal yang dikatakan mustahil. Seorang pakar teori konspirasi, Jesse Ventura berpikir hal yang sama. Ia telah menemui banyak pakar dan peneliti dalam penelusurannya, salah satunya adalah Dr. Rima diatas.

Selain itu, Dr. Rima juga menyatakan, “Mereka tak ada hubungannya dengan suatu kelompok agama, tak ada hubungannya dengan suatu ras, tak ada hubungannya dengan suatu bangsa, tak ada hubungannya dengan suatu politik apapun dan hubungan lainnya”, ujar Dr Rima setelah ditanya oleh Jesse tentang siapa mereka “para elit dunia” ini.

Jadi, ketika suatu masalah ada hubungan dengan itu semua, maka mereka para penganut satanic ini hanyalah menyaksikan dunia selalu ricuh dan berperang diantara kaum beragama atau believers.

Mereka bahkan membuat kepercayaan-kepercayaan baru, juga membuat kelompok-kelompok baru yang berkedok agama, lalu menaruh diantara mereka (para believers).

Merekalah yang membuat yang tadinya satu menjadi pecah beberapa, merekalah yang membuat yang tadinya rukun menjadi berkelahi, dan mereka telah ada sejak ribuan tahun lamanya.

Strategi devide et impera, adu domba. Tentu saja, adalah salah satu cara terbaik dalam menghancurkan musuh, mengkotak-kotaki satu kelompok musuh dan melihat mereka terpecah belah dan menghancurkan satu sama lain merupakan taktik mereka.

The Bilderberg Group menentukan negara mana yang berperang, yang miskin, yang kaya, mereka yang mengontrol dunia ini, tentu saja dibantu PBB, WHO, IMF, dan bank dunia lainnya, Bilderberg Group bertindak selayaknya mengendalikan dunia ini.


Namun untuk pengaturan populasi dunia yang sedang dibicarakan, sepertinya akan susah untuk merealisasikannya, Merekapun berpikiran sama, karena itulah rencana ini sudah dijalankan sejak lama.


Adapun beberapa cara untuk mengurangi penduduk dunia adalah: melalui peperangan, membuat orang terinfeksi penyakit melalui vaksinasi, menyalurkan racun yang dimakan di dalam makanan kita sehari-hari, meracuni obat-obatan yang dikonsumsi orang sakit dan juga meracuni minuman melalui saluran air.



Tak sampai disana, bukti dari adanya usaha-usaha depopulasi dari para eksekutif ini juga tercium dari banyaknya ratusan pemukiman di puluhan lokasi sebagai tempat konsentrasi penduduk yang nantinya akan diisolasi jika terinfeksi penyakit.



Kamp Konsentrasi tersebut bernama “FEMA concentration camp” atau “FEMA Camp“, yang dibuat oleh FEMA yaitu badan penanggulangan bencana milik pemerintah Amerika.


Dan di setiap “FEMA camp” tersebut terdapat pula ribuan box panjang seperti layaknya peti mati, oleh karenanya dinamakan juga sebagai “FEMA Coffins“.

Selain itu, mereka juga membuat sebuah monumen yang dinamakan
“Monumental Instructions for the Post-Apocalypse”.  Atau dalam bahasa Indonesia, "Monumen Petunjuk Hari Kiamat."


Monumen itu ada di sebuah bukit kecil di timur laut tandus Georgia, dengan koordinat 34.231984°N 82.894506°W
Monumen ini juga disebut dengan nama "Georgia Guidestone". Memiliki enam struktur batu dengan masing-masing tinggi 16 feet atau sekitar 5 meter, batu ini juga memiliki berat 20 ton.
Empat pilar batu granit yang dipahat dengan delapan bahasa kebudayaan terbesar, seperti Arabic, Cina, Russia, Inggris, Spanyol, Hindi, Hebrew dan Swahili yang berisi tentang manusia yang selamat dari bencana di bumi ini tidak meninggalkan dan melupakan sejarah para leluhur.
Keempat pilar dibentuk sebagai tanda tambah, dan mempunyai jarak sekitar 5 meter, ditengahnya ada sebuah pilar lain yang disebut commandment dan sebuah batu granit berbentuk persegi empat sebagai puncak pilar, total ada 6 batu granit dari monumen ini
Di keempat sisi pada baru granit yang terbaring itu diatasnya, ada petunjuk dengan “bahasa kebudayaan tua” yang sudah lenyap di dunia yaitu:
Bahasa Sanksekerta (Sanskrit)
Yunani Kuno (Classical Greek)Babylonian CuneiformMesir Kuno (berupa simbol-simbol) atau
Egyptian Hieroglyphic.
Tapi yang jelas, bangunan ini didirikan oleh golongan Mansonic, Freemason, Illuminati, kaum pagan dan para pendukung golongan satanic lainnya. Terlihat mereka telah membuat situs ini namun pada sisi tertinggi di bidang datar teratas adalah lambang golongan mereka.
Jadi seakan-akan semua dan seluruh budaya di dunia ini berasal, tunduk dan berawal dari satu sumber yaitu golongan mereka yang ingin mendirikan New World Order (NWO).

Pada section-4 di monument tertulis sepenggal kalimat:
– Membiarkan semua bangsa memerintah secara internal menyelesaikan sengketa eksternal di pengadilan dunia. (Let all nations rule internally resolving external disputes in a world court)

- Menyatukan umat manusia Bumi dengan bahasa yang baru. (Unite humanity with a living new language) Dan,
- Mempertahankan manusia di bawah 500.000.000 dalam keseimbangan alam yang abadi. (Maintain humanity under 500,000,000 in perpetual balance with nature)

Selain beberapa hal diatas, mereka juga telah menyiapkan berbagai hal penting lain yang membantu program depopulasi mereka.
Mari kita bahas di post selanjutnya.

:)

Sunday, 28 December 2014

Bridgewater Triangle, Vortex Area ?

Misteri Bridgewater Triangle
Oleh : Kanzia Rahman


Berlokasi di sebelah selatan Massachusetts dengan luas kurang lebih 200 mil persegi dan berpusat pada suatu rawa, Bridgewater Triangle telah menjadi legenda sendiri bagi warga disana dan para peneliti fenomena paranormal.

Bridgewater Triangle sendiri masuk kedalam peta dunia paranormal ketika salah seorang Cryptozoologist bernama Loren Coleman menulis buku yang berjudul, "Mysterious America" ditahun 1983, ia menceritakan penampakan-penampakan aneh yang sering terjadi di lokasi ini, seperti Yeti, UFO, atau bahkan alien.


Para penduduk suku Indian asli Wampanoag, memberi nama rawa yang berada ditengah-tengah segitiga tersebut dengan nama "Hockomock", atau artinya "Tempat dimana roh-roh berdiam". Dan koloni Inggris saat itu menamai rawa ini dengan "Rawa Setan"

Salah satu wilayah yang masuk kedalam Bridgewater Triangle adalah kota Freetown dan Fall River. Dimana pada tahun 1979 ditemukan tiga orang wanita yang tewas dengan kondisi dimutilasi dengan tengkorak yang hancur. Kepolisian kemudian menyelidiki kasus ini dan menemukan unsur ritual satanic dan tiga tersangka yang ditangkap segera dijatuhi hukuman

Di wilayah yang sama, sekitar sungai Taunton, ditemukan sebuah batu yang memiliki inskripsi di atasnya yang tak terpecahkan hingga sekarang, banyak spekulasi yang muncul tapi tidak ada yang tahu kebenaran batu besar seberat 40 ton ini

Selain batu aneh tersebut, cukup banyak juga peristiwa-peristiwa misterius yang aneh, terutama setelah tahun 1970, namun jauh sebelum Amerika Serikat belum berdiri. 

Seperi pada tanggal 10 Mei 1760, dimana para penduduk di Bridgewater dan Roxbury melihat sebuah bola cahaya yang bersinar sangat terang yang bersinar di langit. Atau halloween 1908 yang dimana saat itu ada dua orang penduduk yang sedang berjalan dan melihat sebuah cahaya yang menggantung seperti lentera raksasa dilangit selama 40 menit.

1968, lima orang menyaksikan sebuah bola cahaya aneh melayang-layang diantara pepohonan sekitar Rehoboth.

Peristiwa yg serupa terjadi tahun 1999, Courtney Cullen melihat UFO di dekat danau Nippenicket, sekitar rawa Hockomock

Yang lebih menegangkan. Pada tahun 1970, Polisi mendapatkan laporan mengenai penampakan sesosok monster setinggi 2 meter dan berbulu seperti gorilla, hampir sama dengan Bigfoot.

Segera, pihak kepolisian menyusuri keberadaan monster tersebut, namun tidak mendapatkan apapun.

Seorang peneliti paranormal, Joseph M. DeAndrade juga pernah melihatnya di tahun 1978, ia melihat makhluk itu sedang berjalan dengan pelan menuju rawa hockomock, ia menceritakan kesaksiannya pada sebuah buku yang ia tulis, Passing Strange : True tales of New England haunting and horrors. Usianya 24 tahun saat itu.

5 tahun setelahnya, John Baker yang seorang veteran sendirian di malam hari, melihat sesosok makhluk besar berbulu yang masuk kedalam air dengan jarak hanya beberapa meter darinya. "Baunya seperti sigung, lembab, dan kotor." Ucapnya saat diwawancarai pasa tahun 1998


Di tahun 1971, terlihat burung seperti burung masa lampau, Pterodactyl di daerah Bird Hill. Rentang sayapnya diperkirakan 2,5 sampai 3,5 meter. 13 tahun kemudian, hal serupa kembali terlihat, namun kali ini dua burung yang sedang bertarung di udara. Sampai sekarang, tidak ada yg tahu kebenaran aslinya.

Kasus lain yang terjadi di Bridgewater adalah kasus mutilasi ternak pada tahun 1998. 

Kasus pertama, seekor sapi yang ditemukan termutilasi di dalam hutan, kasus kedua adalah sekumpulan sapi yang mati termutilasi, pihak berwenang menduga bahwa hal ini ada kaitannya dengan ritual satanic

Sama seperti kebanyakan kota, setiap daerah memiliki legenda hantu atau roh tersendiri. Fenomena hantu di daerah ini sudah bermula sejak berabad-abad lampau dengan kisah yang beragam, namun yang paling terkenal adalah penumpang berkepala merah di rute 44.

Atau sebuah cerita menakutkan antara sepasang suami-istri yang mobilnya mogok di malam hari, fenomena hantu dan roh telah berkembang di daerah ini, menambah kemisteriusan Bridgewater.

Chris Pittman, seorang peneliti paranormal, mempunyai teorinya sendiri mengenai Bridgewater berdasarkan pengalamannya meneliti Hockomock selama bertahun-tahun.

Pittman berteori bahwa rawa Hockomock sesungguhnya berevolusi dari aktivitas glasial menuju ke penumpukan deposit alluvium hingga ke busuknya tanaman-tanaman di tempat itu sehingga membuatnya memiliki karakter tanah yang unik, yang menjadi penyebab peristiwa aneh dan misterius, dan timbulnya anomali gravitasi.

Di seluruh dunia, ada area-area yang memiliki vortex atau suatu tempat dimana gravitasi tidak berjalan seperti yang dipahami oleh dunia nyata, walaupun tidak semua tempat, namun suatu tempat dimana terjadi banyak laporan fenomena paranormal pastilah memiliki vortex dimana graviasi tidak berlaku sebagaimana mestinya. Jelas Pittman

Jadi, pernah melihat Bigfoot Yeti, UFO, burung Prasejarah, dan fenomena misterius dalam satu tempat ? Silahkan ke Bridgewater Triangle ! :)

Monday, 15 December 2014

Boeing 757, Pemecahan masalah.

 Boeing 757, Pemecahan masalah.
Oleh : Kanzia Rahman



4 Juni 2013, Sebuah pesawat bernomor 757-200 yang baru saja lepas landas 20 menit dari Bandara Chengdu dengan tujuan Guangzhou menabrak (atau ditabrak) sesuatu pada ketinggian 8.000 kaki. Sang pilot yang tidak tahu apa-apa segera menghubungi menara telekomunikasi (ATC) dan meminta untuk kembali ke Bandara Chengdu, Boeing tersebutpun segera kembali dan mengecek kondisi pesawat.

Hidung pesawat tersebut penyok tanpa adanya lubang yang terbentuk akibat insiden tersebut.



Dari ketiga gambar diatas, sepertinya saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi pesawat tersebut, maaf jika kurang rapih karena post ini ditulis melalui mobile-version.

Dalam kurun waktu dua minggu, pesawat tersebut mendapat perhatian warga dunia, terutama dunia maya, berita ini langsung 'booming' dan mengajak orang yang melihat berita ini untuk menebak dan mengungkap penyebab dari insiden ini, tak terkecuali penulis.

Dari ketiga foto tersebut, penulis berusaha mengerucutkan kemungkinan menjadi hanya beberapa kemungkinan.

Thesun.co.uk, berspekulasi dengan pemberitaan terlibatnya UFO dalam kejadian ini, mereka juga membuat sebuah ilustrasi kreatif untuk meyakinkan pembaca terkait dengan keterlibatan UFO.



Selain memberikan ilustrasi yang unik dan sederhana, The Sun juga mengingatkan lewat Nick Pope, bahwa "Kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa, tanpa memandang apakah seseorang mempercayai keberadaan UFO atau tidak, ada masalah keselamatan udara yang serius disini. File lembaga penerbangan dan kementerian pertahanan menunjukkan adanya banyak kasus tabrakan udara yang hampir terjadi antara UFO dan pesawat komersil"

Dari statement diatas, dapat disimpulkan bahwa Nick Pope menuduh UFO bertanggung jawab atas peristiwa ini, namun kemungkinan kebenaran dari teori ini masih diragukan dan kemungkinan besar tidak terjadi, jadi penulis mengeliminasi kemungkinan tersebut.

Teori kedua datang dari salah seorang penulis, ia mengatakan bahwa pesawat tersebut bertabrakan dengan tornado yang mini, namun kemungkinan itu langsung dieliminasi karena tentu saja apabila ada tornado yang terdeteksi dari radar, tentu pesawat Boeing tersebut akan menghindarinya

Teori ketiga, datang dari makhluk hidup, yang mengatakan bahwa pesawat tersebut menabrak burung dengan kecepatan tinggi. Dilihat dari kecepatan pesawat yang menyentuh angka 0,8 Mach atau 900km/jam, tentu saja tabrakan tersebut kemungkinan terjadi, namun hanya menyerempet rongga hidung bawah pesawat, seperti dalam ilustrasi the sun, karena apabila burung menabrak hidung pesawat secara frontal, maka tentu saja akan ada lubang besar di hidung pesawat tersebut.

Lalu, burung seperti apa yang bisa terbang di ketinggian 8.000 meter ? Jawabannya, burung bar-headed goose, sebuah burung asal Asia yang dapat terbang hingga ketinggian 9.000 meter dan dapat mencapai Himalaya hanya dalam kurun waktu 7-8 jam.

Teori ini sendiri menjadi sebuah alasan resmi dari Air China terkait dengan insiden tersebut. Lagipula, teori ini diperkuat oleh adanya bekas guratan hitam yang bisa anda cek sendiri pada 3 foto diatas, jika bekas tersebut muncul setelah insiden, maka penyebab tabrakan dengan burung adalah teori yang berubah menjadi fakta.

Namun, apabila guratan itu muncul sebelum insiden, maka penyebabnya adalah kerusakan struktur internal pesawat.

Jadi, teori yang paling mungkin adalah dua dari empat kemungkinan diatas, terlepas dari makhluk ekstra-terrestial, waktu munculnya guratan adalah hal yang menentukan kebenarannya..



(Xfile-enigma.blogspot.com)

Saturday, 15 November 2014

Lead Masks Case, Analisa.

Lead Masks Case, Analisa.
Oleh : Kanzia Rahman


20 Agustus 1966, Jorge da Costa Alves menemukan dua sosok mayat di sebuah bukit di Rio De Janeiro, Brazil. Yang membuat aneh, kedua mayat tersebut mengenakan topeng timah dalam kematiannya..

Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita melihat korban dengan lebih detail.


Manoel Pereira Da Cruz dan Miguel Jose Viana, itulah kedua nama mayat setelah polisi melakukan identifikasi lebih lanjut, kedua pria ini terobsesi oleh UFO, dan ditemukan meninggal tanpa sebab yang jelas di bukit Vintem, atau dalam bahasa Brazil, Morro do Vintem.

Ketika polisi dan petugas pemadam kebakaran, mereka segera melaporkan kondisi mayat yang aneh dan tak biasa


"Dua orang mayat tergeletak bersebelahan, sedikit tertutup oleh rumput, mengenakan setelan formal dan memakai kacamata timah, dan sebuah mantel (jaket) tahan air, tidak ada tanda-tanda pertarungan atau tanda-tanda aneh pada kedua mayat, di sebelah mayat ditemukan dua buah handuk dan sebuah notebook dengan tulisan "16:30 estar no local determinado. 18:30 ingerir cápsulas, após efeito proteger metais aguardar sinal máscara""
 Melihat kondisi mayat yang aneh, Polisi melakukan rekonstruksi dengan narasi yang paling mungkin.

17 Agustus 1966, kedua pria yang bekerja sebagai teknisi televisi ini pergi keluar kota dari Campos dos Goytacazes dan mengatakan kepada keluarganya bahwa mereka akan membeli beberapa bahan elektronik untuk pekerjaan mereka.

Ada yang menyebutkan mereka membawa 2.300 Real Brazil, ada juga yang menyebutkan bahwa mereka membawa 3.000 Real Brazil.

Manoel dan Miguel menaiki bus dan tiba di Niteroi pukul 14.30 waktu setempat. Keduanya mampir di sebuah toko (atau bar), dan membeli sebuah mantel dan sebotol air minum lalu segera bergegas pergi, kemungkinan ke tempat penemuan mayat mereka, Bukit Vintem.

Pelayan di toko tersebut mengatakan bahwa Miguel sangat gugup dan seringkali melirik jam tangannya. Apa yang sedang mereka rencanakan ?

Mari kita melihat notebook yang polisi temukan.

"16.30, Berada di tempat yang disepakati.
 18.30, Menelan kapsul, Setelah efek, Melindungi Logam, Tunggu sinyal masker"
Lalu, Jorga da Costa Alves yang sedang bermain layang-layang di kawasan tersebut menemukan mayat mereka dan melaporkannya kepada polisi, kasus ini tak terselesaikan sampai sekarang.

Setelah melihat fakta yang ada di lapangan, mari kita masuk ke bagian terpenting post ini, analisa. Yap, saya tahu mungkin analisa ini tidak sehebat Sherlock Holmes atau Conan, namun mari kita mulai.

14. 30, Niteroi, 16.30 Berada di tempat yang telah disepakati. Inilah misteri pertama, jika tempat yang "telah disepakati" adalah Bukit Vintem, maka misteri ini terpecahkan. Mengapa ?




















Maaf jika agak kurang jelas, namun dari screenshot diatas sudah cukup jelas.

Niteroi menuju Bukit Vintem, jika mereka memulai perjalanan dengan sebuah transportasi umum, maka saya asumsikan mereka akan lanjut dengan transportasi umum juga.

21 menit (berdasarkan google maps) untuk menuju Praca XV, lalu melanjutkan perjalanan lagi.

Opini saya, mereka melanjutkan perjalanan selama 39 menit dengan 11 kali berhenti menggunakan sebuah transportasi umum bernomor 2345 dan sampai di Avenida Dom Helder, Camera proximo ao 104, lalu memutar balik ke Avenida Dom Helder, Camera Proximo ao 28.

Saya juga kurang mengerti apa itu Avenida Dom Helder, namun sebuah petunjuk dari www.riosmartcity.com mengindikasikan bahwa tempat itu adalah sejenis terminal bus.

Dari Avenida Dom Helder Camara proximo ao 28, Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju Praia Do Dende dengan transportasi bernomor 696 selama 22 menit.

Sampai, mereka turun di Rua Souza Barros próximo ao 401 sementara 696 tetap melaju, perlu waktu 17 menit untuk menuju Rua Bolivia.

Mereka berjalan menuju R. Visc. de Itabaiana sejauh 300 meter, lalu berbelok ke Bukit Vintem.


Dengan catatan diatas, maka kita bisa perkirakan mereka menempuh perjalanan selama :
21 + 39 + 22 + 17 = 99 Menit, atau kira-kira satu setengah jam, inipun belum lengkap.

Mereka terlihat terakhir kali pada pukul 14.30 di Niteroi, ditambah 99 menit dari catatan diatas, maka mereka akan sampai di Morro do Vintem pada 16.09. Ingat, belum lengkap
Jadi, mereka akan tiba di Bukit Vintem sekitar pukul 16.20-16.30. Tepat seperti apa yang ada di notebook yang ditemukan.

Namun, kapsul apa yang mereka telan ? Mereka menelannya bersama dengan sebotol air yang mereka beli di salah satu toko di Niteroi.

Sebuah analisa dikemukakan oleh teman saya, dimana mereka memasukkan kapsul kedalam botol air lalu meminumnya, tapi yang dikatakan olehnya selanjutnya agak kurang rasional, dimana salah satu dari Miguel atau Manoel secara iseng membasahi muka lainnya dengan air tersebut, lalu mereka mengenakan kacamata timah untuk melindungi diri, namun terjadi infeksi dan kedua orang tersebut meninggal.

Namun, bagaimana jika ini semua terjadi karena seorang pembunuh ?

Mengapa saya bisa berasumsi demikian ? Karena mereka menandatangani sebuah faktur yang mensyaratkan mereka untuk mengembalikan botol yang mereka beli untuk mendapatkan diskon, entah seperti apa.

Jadi begini misalnya, mereka diarahkan oleh sang pembunuh untuk ke bukit Vintem dengan iming-iming melihat UFO disana, lalu mereka dibunuh dengan racun, tidak terlalu mudah apabila pelakunya sendirian.

Oh iya, saya lupa menambahkan fakta dimana mereka berdua adalah seorang yang fanatik terhadap UFO, dan di bukit Vintem sendiri sering mendapat kabar penampakan UFO.

Ironisnya, para petugas otopsi tidak sempat mengotopsi bagian dalam tubuh korban karena sedang penuh saat itu. Membiarkan organ dalam korban membusuk dan tidak dapat mengambil kesimpulan apapun.

Dua buah handuk, apa yang dilakukan benda seperti itu disana ?

Jika ada dua orang yang sedang berpergian membawa handuk, apa yang kira-kira anda pikirkan ?

Cuaca yang terlampau panas, atau akan datangnya hujan, setidaknya handuk bisa melindungi diri dari kedua hal tersebut.

Dari sekian banyak dugaan, muncul dugaan terkuat.

Penelitian oleh Charles Bowen dari piring terbang, Tentang menemukan penjelasan yang paling mungkin. Bowen menemukan bahwa Cruz dan Viana, dengan teman mereka, Elcio Gomes, membangun beberapa jenis mesin di kebun belakang Cruz 'yang meledak. Bowen juga menemukan bahwa seorang pria lain yang bekerja sebagai tukang listrik ditemukan di atas bukit lainnya yang dekat dengan bukit di mana mayat dua pria itu ditemukan empat tahun sebelumnya. Pria ini juga mengenakan topeng timah mirip dengan dua laki-laki pada tahun 1966.

Salah satu hal
yang menghubungkan tiga orang adalah bahwa mereka dimiliki kelompok yang dikenal sebagai "Scientific Spiritualis", orang-orang di daerah yang dikenal untuk mengambil obat psychedelic karena mereka percaya bahwa obat akan memicu pengalaman spiritual.

Penyebab yang paling mungkin
dari kematian adalah overdosis obat. Orang-orang pergi ke bukit di mana mereka mengambil obat psychedelic, overdosis dan meninggal. Topeng timah dapat dijelaskan oleh tulisan-tulisan yang ditemukan di bengkel Viana, bersama dengan alat dan masker minyak mentah dipotong dari timah. Viana menyoroti dalam tulisan-tulisan ayat-ayat-Nya yang berkaitan dengan "Luminosity Intens" berkaitan dengan roh. Kemungkinan topeng lead adalah untuk melindungi kedua orang ini dari dugaan terangnya cahaya.


Itulah sebabnya mereka meninggal dalam kondisi tidur, tanpa perlawanan, mereka ingin mendapatkan sebuah efek perjalanan spiritual yang berujung kematian..

Dengan kesimpulan bunuh diri, maka seharusnya seluruh pertanyaan dibawah akan terjawab.


Mengapa ada sebotol air mineral kosong didekat mereka ?
Mereka meminum isinya selagi dalam perjalanan dan untuk menelan kapsul yang mereka siapkan.


Mengapa uang mereka ikut raib ?
Karena mereka menghabiskannya untuk biaya transportasi.

Mengapa mereka mengenakan topeng timah ?
Mereka beranggapan bahwa akan ada cahaya yang besar dalam pengalaman spiritual mereka, mungkin ?

Tapi tunggu, apa ada seseorang yang repot-repot mengeluarkan semua peralatannya sebelum bunuh diri ?


Dua buah handuk, sebotol air kosong, sebuah kertas notebook, dan tentu saja sang alat utama, Topeng timah..


Lihatlah bagaimana sebuah ilustrasi diatas menggambarkannya..

Ditambah, dengan lokasi yang berada diantara semak-semak yang cukup tinggi, apa mereka sedang menunggu seseorang ?

Maksud saya begini.

Kedua orang tersebut datang ke Bukit Vintem pada pukul 16.30, mencari tempat untuk duduk dan meregangkan kaki, mengecek kembali jadwal mereka, mungkin sedikit membolak-balikkan kertas tersebut, mengeluarkan dua buah handuk dan mengenakan kacamata timah untuk melindungi diri dari sinar radiasi.

Jika yang dimaksud adalah radiasi matahari, maka itulah alasan mengapa mereka menggunakan kacamata timah.

Namun, ketiadaan darah ataupun bekas kekerasan merupakan titik tersulit dalam kasus ini..

Tetapi, mari kita putarbalikkan kata-kata pada notebook korban.

"16:30 estar no local determinado. 18:30 ingerir cápsulas, após efeito proteger metais aguardar sinal máscara"

Sedikit bereksperimen, saya mencoba memutarbalikkan kedua arti.
menunggu sinyal topeng, melindungi logam, setelah efek, menelan kapsul di lokasi yang ditentukan
Dan itulah yang saya temukan.

Sinyal topeng seperti apa ? Logam apa yang dilindungi ? Kapsul apa yang ditelan ?

Atau
Di lokasi yang ditentukan, menunggu sinyal topeng, melindungi logam, menelan kapsul setelah efek.

Saya kembali berasumsi.

Sinyal topeng, jika yang dimaksud dengan topeng adalah kacamata timah mereka, maka kemungkinan besar mereka menunggu matahari. Apa polisi menemukan jam tangan pada mereka berdua ? Dari sumber-sumber yang saya baca, tidak ada.

Namun, saya sendiri kurang tahu bagaimana mengetahui waktu lewat kacamata timah dan matahari, saya mematahkan teori saya sendiri.

Apapun itu, nampaknya teori bunuh diri merupakan analisa dan dugaan terkuat dalam kasus ini.. maka dari itu, saya memutuskan untuk menutup kasus ini di blog saya dengan kesimpulan bunuh diri..




 Case Closed.

(xfile-enigma.blogspot.com)
(WikiPedia)
(RioSmartCity)